"Tapi, cuma laga Arema yang berujung 180+ orang meninggal. See teh problem?," ujarnya.
Dalam utas tersebut, akun ini juga menjelaskan budaya sepak bola seperti ini tak hanya dilakukan Aremania. Namun, negara lain juga memiliki budaya seperti ini.
"To be clear, budaya bola itu di seluruh dunia sama, Mau di Arema Indo, mau Beitar Jerusalem di Israel, mau Besiktas di Turkey, mau River Plate di Argentina semua ya kek gitu," cuitnya.
Tak menyalahkan suporter, dia menyebut jika kesalahan terjadi akibat para pemilik kuasa yang tidak tepat mengambil kebijakan preventif
"Yang beda yang punya kuasa buat ngambil kebijakan preventif, either badan liga, pssi, maupun keamanan," tulis dia.
Dengan terang, dia menilain siapa saja pihak yang salah atas kejadian maut ini.
"Yang salah itu yang punya wewenang buat menyelenggarakan match, yang punya wewenang buat ngambil tindakan darurat pas fans invasi ke lapangan, yang kasih perintah tembakan gas air mata," tulisnya.
"Tuh 3 yang utama, cari dah orangnya," kata dia.
Cuitan ini menuai pro kontra. Banyak pihak yang memandang jika kesalahan terjadi atas banyak pihak.
"Kenapa pada denial nyalahin satu pihak doang, padahal semua pihak salah, suporter salah, polisi salah, panpel (panitia penyelenggara) salah, LIB salah juga," cuit akun @sinjen***** dalam balasan cuitan di atas.
Selain itu ada warganet lain juga mengomentari kejadian kerusuhan sepak bola di luar negeri dan membandingkannya dengan kejadian di Stadion Kanjuruhan.
"Problemnya polisi sana tidak memakai gas air mata, jelas!," kata akun @elk***** dalam balasn cuitan utas ini.
"Jelas bgt mereka tau aturan FIFA mas," cuit @txtdrl******.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Sensasi Lari di Tengah Kota Pahlawan, JETE RUN 2026 Sajikan Rute Penuh Sejarah
-
Rekam Jejak 'Si Raja Licin' Agat: Mafia Timah yang Berkali-kali Lolos, Kini Kembali Diringkus
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
ART Hanya Bercanda Akui Kenzy Taulany Suaminya: Mana Mungkin, Saya Juga Punya Suami
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Naik Kapal Pesiar Bayar Berapa? Segini Harga Cruise 2026 dan Cara Belinya
-
Ketua KPK dan Wamen Hukum Beri Pesan Khusus di Pelantikan PERADI Profesional