/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:34 WIB
Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono (persib.co.id)

SuaraSoreang.id-Penyelenggaran pertandingan sepak bola menjadi sorotan akhir-akhir ini, apalagi beberapa pihak menginginkan perbaikan dalam penyelenggaraan sepak bola pasca Tragedi Kanjuruhan.

Hal ini disoroti pula oleh Polda Jabar dengan menggelar acara bertajuk "Transformasi Persepakbolaan di Tengah Dinamika Fanatisme Suporter".

Polda Jabar menginisiasi acara ini yang digelar di Grand Pasundan Convention Hotel Bandung, Senin, 10 Oktober 2022.

Acara ini turut dihadiri Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono.

Dalam pemaparannya Teddy mengatakkan, Persib akan terus memperbaiki penyelenggaraan pertandingan kandang bagi laga Persib.

Upaya itu dilakukan supaya panitia penyelenggara mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua pihak, termasuk Bobotoh yang menonton.

"Sistem pengelolaan pertandingan yang Persib terapkan sejak dimulainya Liga 1 2022-2023 sebagai bentuk mitigasi terhadap kemungkinan terburuk yang sebelumnya pernah terjadi," ungkap Teddy dilansir dari laman persib.co.id pada 11 Oktober 2022. 

Teddy juga paham betul bahwa pengelolaan pertandingan yang diterapkan masih perlu perbaikan.

"Memang, pengelolaan pertandingan yang kami terapkan ini belum sempurna. Karena itu, kami terus mengevaluasi penyelenggaraan pertandingan untuk penyempurnaan sistem di berbagai aspek," ujar Teddy.

Baca Juga: PN Jaksel Pastikan Sidang Kasus Ferdy Sambo Cs akan Digelar Pekan Depan, Ini Jadwal Lengkapnya

Selama ini Persib telah melaksanakan pembelian ticketing sudah secara online, yang dapat diakses melalui laman persib.co.id dan PERSIBApps. 

Penjualan tiket online ini merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan buat calon penonton.

"Itu semua merupakan hasil sinergi dengan berbagai pihak demi terciptanya iklim pertandingan yang aman dan nyaman. Sebab dengan cara itu sepakbola Indonesia bisa dinikmati semua kalangan. Kami berkomitmen untuk konsisten mengutamakan keamanan dan kenyamanan," kata Teddy. 

Selain itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Suntana. MSi. mengatakan, kepolisian telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan pertandingan sepakbola. 

Aturan ini disusun Polda Jabar berdasarkan evaluasi peristiwa yang sebelumnya telah terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada pertandingan Piala Presiden, 17 Juni 2022 lalu. 

"Itu adalah rambu-rambu yang kita buat berdasarkan kesepakatan semua pihak agar menjadi SOP bersama dalam penyelenggaraan pertandingan di wilayah provinsi Jawa Barat. Itu hasil kesepakatan semua. Apa yang ditampilkan di dalam FGD itu ada di dalam 106 pasal yang kita rencanakan menjadi SOP bersama," ungkapnya. 

Dalam acara FGD ini turut hadir juga secara daring dari pihak AFC Safety Security Officer dan PFA Safeguardian Committee Chairman, Nugroho Setiawan. 

Nugroho Setiawan mengatakan bahwa FIFA memiliki standar tiga aspek yang  membuat sebuah pertandingan menjadi aman dan nyaman. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Persib sudah baik.

"Pertama adalah kesamaan persepsi, infrastruktur stadion dan perilaku suporter. Yang pertama, saya sudah dengar dari Pak Teddy dan sudah berjalan dengan baik juga dari Polda Jabar yang bahkan menyiapkan 106 pasal. Persib juga sudah sangat baik dalam berkoordinasi dengan Polda Jabar dan juga pihak-pihak lain, termasuk suporter," paparanya.

Sumber: persib.co.id

Load More