SuaraSoreang.id - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, secara resmi mengumumkan hasil investigasinya.
Dalam hasil investigasi tersebut, tim yang dipimpin oleh Menko Polhukam, Mahfud MD, merekomendasikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya beserta jajaran.
Rekomendasi desakan mundur tersebut tertera dalam laporan hasil investigasi TGIPF di kesimpulan poin nomor lima.
"Sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang," bunyi laporan TGIPF, sebagaimana dikutip dari Suara.com.
Laporan dan rekomendasi hasil investigasi TGIPF yang berisi 124 halaman tersebut, sebelumnya telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (14/10/2022) siang tadi.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD juga menyampaikan, bahwa PSSI merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa itu.
"Maka dalam catatan kami disampaikan bahwa pengurus PSSI harus bertanggung jawab, dan sub-sub organisasinya, bertanggung jawab itu pertama berdasarkan aturan-aturan resmi, kedua karena berdasarkan moral," papar Mahfud.
Selain rekomendasi mundur Ketum PSSI, hasil investigasi TGIPF juga menyimpulkan bahwa faktor penyebab utama tragedi Kanjuruhan adalah penggunaan gas air mata.
"Kematian massal itu terutama disebabkan oleh gas air mata," kata Mahfud menerangkan kesimpulan laporan hasil investigasi TGIPF.
Baca Juga: Kisah Mistis Tumbal Pembangunan Jembatan Cirahong Tasikmalaya
Sementara itu, korban luka-luka, terang Mahfud, diakibatkan karena penonton yang berdesak-desakkan seusai aparat keamanan menembakkan gas air mata ke kerumunan penonton.
"Kemudian yang mati dan cacat serta sekarang kritis dipastikan itu terjadi karena desak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan itu penyebabnya," lanjutnya.
Selain itu, Mahfud juga menerangkan, bahwa apa yang terjadi sesungguhnya pada saat tragedi Kanjuruhan, jauh lebih mengerikan daripada apa yang ditampilkan di televisi maupun di media sosial.
"Fakta yang kami temukan korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun di medsos," terang Mahfud
Hal tersebut disampaikan Mahfud, berdasarkan hasil rekonstruksi yang dilakukan TGIPF dari 32 CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat. Jadi itu lebih mengerikan dari sekedar semprot mati, semprot mati gitu ada yang saling gandengan untuk keluar bersama satu bisa keluar yang satu tertinggal yang di luar balik lagi untuk nolong temannya terinjak-injak mati," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Resmi! Gas Air Mata Jadi Penyebab Utama Kematian di Tragedi Kanjuruhan
-
Shin Tae-Yong akan Mundur dari Timnas, Ini Tanggapan Presiden Jokowi
-
Mahfud MD Siap Serahkan Laporan Hasil Investigasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan ke Presiden Jokowi Hari Ini.
-
Presiden Jokowi Pastikan Pengumuman Hasil Investigasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Digelar Besok
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sneakers Running Retro: 5 Brand Lokal yang Bangkitkan Gaya 90-an di Tahun 2026
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib
-
Usai Polemik LCC Kalbar Viral, Beredar Unggahan Soal MC yang Disebut Diputus Kerja
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
Drama Penangkapan Pengedar Obat di Cariu: Kabur ke Sawah, Berakhir di Tangan Polisi
-
Budget Rp500 Ribuan? Ini 5 Kombinasi Sepatu Lari dan Kaus Kaki Lokal Paling Stylish
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Nasib Tragis Pasutri Eks Pejabat Serang, Masuk Bui Gara-Gara Urusan Tanah 1.560 Meter
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026