Health / Women
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB
Transformasi Vicky Shu menurunkan berat badan. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Vicky Shu berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram selama delapan minggu melalui program medis Halofit by Halodoc.
  • Program ini memberikan pendampingan dokter, pengaturan nutrisi, serta terapi khusus untuk mencapai kesehatan tubuh jangka panjang yang berkelanjutan.
  • Transformasi tersebut dilakukan Vicky untuk memperbaiki gaya hidup sehat pascamelahirkan tanpa terpengaruh oleh standar kecantikan dari komentar negatif publik.

Suara.com - Vicky Shu membagikan perjalanan transformasi berat badannya yang berhasil turun hingga 10 kilogram dalam waktu delapan minggu. Perubahan ini ia capai bukan lewat cara instan, melainkan melalui pendekatan medis yang lebih terarah dan terpantau.

Perjalanan ini dimulai setelah kelahiran anak keduanya, saat Vicky menghadapi perubahan berat badan yang cukup signifikan. Di tengah proses adaptasi sebagai ibu, ia juga sempat mendapat komentar negatif di media sosial terkait bentuk tubuhnya.

Namun alih-alih mengikuti tekanan tersebut, Vicky memilih fokus pada kesehatannya. Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan mengejar standar kecantikan, melainkan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat untuk jangka panjang.

“Perjalanan ini ngajarin aku bahwa kita nggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain. Yang paling penting itu tubuh sehat dan mental yang juga sehat,” ujar Vicky Shu.

Dalam prosesnya, Vicky kemudian mengikuti program Halofit by Halodoc, sebuah program manajemen berat badan yang menggabungkan pendekatan medis, nutrisi, dan teknologi kesehatan dalam satu sistem terpantau.

Melalui Halofit, Vicky mendapatkan pendampingan dokter, pengaturan pola makan dari ahli gizi, serta terapi yang membantu mengontrol nafsu makan agar lebih seimbang. Seluruh proses dijalankan dengan pemantauan yang lebih terstruktur dan berbasis kondisi tubuh masing-masing.

“Aku memilih program Halofit karena ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku. Di sini aku dapat pengawasan dokter, meal plan yang sesuai kebutuhan tubuh, dan pendampingan yang bikin prosesnya lebih terarah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan sistem yang bisa diakses secara online memudahkannya menjalani program di tengah kesibukan sebagai ibu dan pekerja.

Selain pendampingan medis, Vicky juga tetap menjalani gaya hidup aktif seperti rutin berjalan kaki dan memperbaiki pola konsumsi harian. Menurutnya, kombinasi ini membuat proses penurunan berat badan terasa lebih realistis dan berkelanjutan.

Baca Juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!

Transformasi Vicky ini sekaligus mencerminkan realitas banyak orang yang menghadapi tantangan berat badan di era modern. Faktor gaya hidup, stres, hingga perubahan hormon sering kali membuat pengelolaan berat badan menjadi lebih kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih personal.

Dengan pendekatan seperti Halofit, proses penurunan berat badan tidak lagi sekadar soal diet, tetapi lebih pada memahami kondisi tubuh dan membangun kebiasaan sehat yang bisa dijaga dalam jangka panjang.

Bagi Vicky, hasil yang ia capai bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi tentang rasa lebih sehat, lebih seimbang, dan lebih percaya diri dengan dirinya sendiri.

Load More