Tembok ini masih menjadi misteri sehingga ada kabar yang menyebutkan bahwa tembok ini berada 50KM di Utara Beijing yang bernama Badaling.
Mendengar kabar itu, banyak sekali orang-orang dan wisatawan asing yang berbondong-bondong pergi mendatangi tembok China tersebut.
Karena saking tingginya, tembok itu disebut-sebut bisa dilihat dari bulan. Sehingga banyak yang menyangka bahwa tembok tersebut adalah tembok yang dibangun oleh Raja Zulkarnaen dalam surat Al-Kahfi.
Sedangkan yang disebut Ya'juz dan Ma'juz nya adalah bangsa dari Mongol Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukan.
Syekh Hamid Bin Hamzah Abu Zaid seorang penulis dan peneliti tembok Zulkarnaen meyakini bahwa tembok China tersebut adalah tembok yang dibangun oleh Raja Zulkarnaen.
Syekh Hamid Bin Hamzah menyebutkan secara detail semua penelitiannya mengenai tembok China tersebut ke dalam buku yang ia tulis yang berjudul "Munculnya Ya'juz dan Ma'juz di Asia."
Namun, jika dilihat secara fisik ada perbedaan dari kedua tembok tersebut.
Tembok raksasa China terbuat dari susunan batu bata. Sedangkan didalam Al-Qur'an disebutkan bahwa tembok yang dibangun oleh Zulkarnaen berasal dari tumpukan besi yang dicampur dengan tembaga.
Pembangunan tembok raksasa China pun dibuat secara bertahap selama ratusan tahun dari masing-masing dinasti yang memerintah China. Salahsatunya dinasti Hang dan Ming.
Baca Juga: Akbar Tandjung Tepis Tudingan Berkhianat dari Golkar, Berdalih Penghormatan Sebagai Senior HMI
Sementara didalam Al-Qur'an disebutkan bahwa tembok yang dibangun Zulkarnaen atas permintaan pertolongan dari Suku Bangsa pada zaman itu.
Selesai dibangun, Zulkarnaen meyakini bahwa tembok ini tidak akan bisa dilewati atau bahkan dilubangi oleh Ya'juz dan Ma'juz sampai waktu yang telah Allah tentukan.
Berbeda dengan penelitian dari Syekh Hamdi Bin Hamzah Abu Zaid Abdullah Yusuf Ali yang berjudul The Holy Qur'an di Uzbekistan
menjelaskan, tepatnya di distrik Hissar sekitar 240KM di sebelah Tenggara Bukhara ada celah sempit diantara gunung-gunung batu yang letaknya dijalur utama antara Turkistan ke India.
Tempat itu kini bernama Buzgol Khana dalam Bahasa Turki yang dulunya dalam bahasa arab yaitu Bab Al Hadid atau yang bermakna sebagai pintu gerbang besi.
Sayangnya, hasil foto satelit pada titik kordinat itu sudah tidak ditemukan lagi tembok atau pintu besi tersebut.
Pulau Dajjal Dikurung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru