Bisnis / Makro
Rabu, 13 Mei 2026 | 08:56 WIB
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Baca 10 detik
  • PT Rukun Raharja Tbk akan melakukan stock split dengan rasio 1:5 untuk menambah jumlah saham beredar.
  • Aksi korporasi tersebut dijadwalkan mulai diperdagangkan dengan nominal baru pada 16 Juli 2026 mendatang di BEI.
  • Tujuan langkah ini adalah meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas basis investor ritel agar lebih terjangkau masyarakat.

Suara.com - Emiten penyedia infrastruktur energi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), tengah bersiap melakukan aksi korporasi besar berupa pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Langkah ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut adalah deretan fakta penting terkait rencana stock split RAJA yang dirangkum berdasarkan keterbukaan informasi resmi perusahaan:

1. Rasio Pemecahan Saham 1:5

Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan pada Rabu (13/5/2026), RAJA akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:5. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi lima saham baru. Hal ini mengakibatkan nilai nominal saham yang sebelumnya sebesar Rp25 per saham akan turun menjadi Rp5 per saham.

2. Lonjakan Jumlah Saham Beredar

Aksi korporasi ini akan mengubah struktur modal perseroan secara signifikan dari sisi jumlah unit. Sebelum dilakukan pemecahan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 4.227.082.500 unit.

Setelah proses ini selesai, jumlah saham yang beredar akan meningkat tajam menjadi 21.135.412.500 unit saham.

3. Harga Saham Saat Ini Dianggap Terlalu Tinggi

Salah satu alasan utama manajemen melakukan stock split adalah harga pasar saat ini yang dinilai sudah "mahal" bagi sebagian kalangan. Berdasarkan harga penutupan perdagangan per 12 Mei 2026, saham RAJA bertengger di level Rp4.170 per saham.

Baca Juga: Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Dengan harga tersebut, modal minimum untuk membeli satu lot (100 lembar) saham RAJA mencapai Rp417.000, yang dianggap kurang terjangkau bagi investor ritel kecil.

4. Target Peningkatan Likuiditas dan Basis Investor

Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, menjelaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah untuk mendongkrak likuiditas perdagangan di bursa.

Dengan harga yang lebih murah pasca-pemecahan, diharapkan basis investor ritel akan semakin luas, sehingga perdagangan saham RAJA menjadi lebih teratur, wajar, dan efisien.

5. Jadwal Penting dan Restu Pemegang Saham

Manajemen telah menyusun jadwal tentatif guna merealisasikan rencana ini:

Load More