- PT Rukun Raharja Tbk akan melakukan stock split dengan rasio 1:5 untuk menambah jumlah saham beredar.
- Aksi korporasi tersebut dijadwalkan mulai diperdagangkan dengan nominal baru pada 16 Juli 2026 mendatang di BEI.
- Tujuan langkah ini adalah meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas basis investor ritel agar lebih terjangkau masyarakat.
Suara.com - Emiten penyedia infrastruktur energi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), tengah bersiap melakukan aksi korporasi besar berupa pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Langkah ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berikut adalah deretan fakta penting terkait rencana stock split RAJA yang dirangkum berdasarkan keterbukaan informasi resmi perusahaan:
1. Rasio Pemecahan Saham 1:5
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan pada Rabu (13/5/2026), RAJA akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:5. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi lima saham baru. Hal ini mengakibatkan nilai nominal saham yang sebelumnya sebesar Rp25 per saham akan turun menjadi Rp5 per saham.
2. Lonjakan Jumlah Saham Beredar
Aksi korporasi ini akan mengubah struktur modal perseroan secara signifikan dari sisi jumlah unit. Sebelum dilakukan pemecahan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 4.227.082.500 unit.
Setelah proses ini selesai, jumlah saham yang beredar akan meningkat tajam menjadi 21.135.412.500 unit saham.
3. Harga Saham Saat Ini Dianggap Terlalu Tinggi
Salah satu alasan utama manajemen melakukan stock split adalah harga pasar saat ini yang dinilai sudah "mahal" bagi sebagian kalangan. Berdasarkan harga penutupan perdagangan per 12 Mei 2026, saham RAJA bertengger di level Rp4.170 per saham.
Baca Juga: Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun
Dengan harga tersebut, modal minimum untuk membeli satu lot (100 lembar) saham RAJA mencapai Rp417.000, yang dianggap kurang terjangkau bagi investor ritel kecil.
4. Target Peningkatan Likuiditas dan Basis Investor
Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, menjelaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah untuk mendongkrak likuiditas perdagangan di bursa.
Dengan harga yang lebih murah pasca-pemecahan, diharapkan basis investor ritel akan semakin luas, sehingga perdagangan saham RAJA menjadi lebih teratur, wajar, dan efisien.
5. Jadwal Penting dan Restu Pemegang Saham
Manajemen telah menyusun jadwal tentatif guna merealisasikan rencana ini:
Berita Terkait
-
IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'
-
Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI
-
IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya
-
Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA
-
BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group
-
11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas
-
KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan
-
Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI
-
Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya
-
Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif
-
Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan