/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:34 WIB
Ilustrasi Kasta Dalit di India (Tangkapan layar Youtube Data Fakta)

SuaraSoreang.id-Benarkah di India nyawa seseorang lebih rendah daripada satu sapi?

Melansir fakta dari Kanal Youtube Data Fakta pada 19 Oktober 2022, menjelaskan bahwa Kasta Dalit katanya lebih rendah dari seekor binatang, bahkan lebih rendah dari seekor sapi.

Pernyataan ini terdengar berlebihan tapi kalian akan setuju dengan fakta dunia terkait Kasta Dalit ini.

Ketika seekor sapi dihina bahkan dianiaya di India, siap-siap hal itu akan membuat masyarakat India marah. Karena mereka menganggap bahwa sapi adalah makhluk suci, yaitu Dewa.

Tapi berbeda ketika Kasta Dalit dianiaya ataupun meninggal, itu sudah menjadi hal yang biasa.

Sistem kasta di India, melansir salah satu penelitian yang berjudul "Pithoragarh: Dalit man killed for 'eating with upple caste people', case lodged".

Pada penelitian itu dijelaskan, bahwa ada seorang pria bernama Ramesh Ram berusia 45 tahun yang berasal dari Kasta Dalit meninggal akibat dipukul ramai-ramai saat makan di sebuah pesta pernikahan. Penyebabnya adalah karena, dia duduk dan makan bersamaan dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi.

Sebelum kejadian itu, ada seorang pria yang juga berasal dari Kasta Dalit disiksa hanya karena ikut menonton di salah satu festival tari.

Ada lagi kasus sebelumnya yaitu beberapa orang dari Kasta Dalit juga di Gujarat, dipukuli hanya karena mereka berasal dari Dalit dan memelihara kumis yang rapi.

Baca Juga: BIKIN MERINDING! Kisah Horor Mahasiswa Dipelototi Hantu Nenek-nenek di Toilet Kampus

Kasus Diskriminasi kasta Dalit ini ternyata masih ada sampai sekarang, karena di India itu adalah kepercayaan tua agama Hindu yang masih menganut kepercayaan dari tingkatan Kasta.

Sistem kasta ini sebetulnya sudah dilarang sejak tahun 1950-an. Akan tetapi, terkait hal ini masih menjadi persoalan yang mana sudah sangat melekat dalam kehidupan di India.

Tidak sebagai marga, sistem kasta ini sudah masuk dalam struktur kegiatan sosial, ekonomi dan politik.

Pada awalnya, sistem kasta ini dibuat untuk menjaga ras terbaik yaitu Kemurnian ras Arsa dimana bertujuan untuk mengontrol populasi orang-orang asli India.

Namun berbeda dengan sistem kasta saat ini yang digunakan bertujuan untuk memisahkan kasta sosial dalam memperoleh pekerjaan dan kedudukan sosial. Sehingga sistem kasta ini masih dipraktikkan hingga sekarang. Buktinya, pernikahan antar kasta pun hanya 5% di India.

Agama Hindu di India membagi sistem kasta menjadi empat bagian berdasarkan karma dan kesucian ketika mereka hidup di masalalu.

Namun nahas, Kasta Dalit berada dibagian yang paling rendah. Dimana, mereka pun dianggap tidak pantas berada didalam sistem kasta.

Dilansir dari National Geographic, 4 kasta yang dikategorikan sebagai kasta utama yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.

Selain kasta tersebut, terdapat ribuan sub-kasta yang mana dibagi dengan beberapa faktor seperti wilayah, dialek, pekerjaan, kedudukan sosial dan juga ekonomi.

Sebanyak 80% populasi dari Kasta Dalit tinggal di pedesaan dengan menganut agama Hindu yang sangat kental. Hal ini menyebabkan tidak banyak perubahan terkait lapangan pekerjaan.
Karena pekerjaan kasta Dalit berada dititik paling bawah yang berpenghasilan rendah.

1 juta orang dari Kasta Dalit bekerja sebagai pemulung, membersihkan jamban dan selokan dengan tangan dan membuang hewan-hewan yang sudah mati.

Sementara Kasta Dalit lainnya bekerja sebagai buruh tani yang terpenjara dalam kemiskinan. Buta huruf dan berada diposisi kasta yang ditindas.

Sedangkan 15 juta anak-anak dari kasta Dalit pun sama sekali tidak bisa mengenyam pendidikan dan bekerja sebagai buruh pengangkut batu dan pabrik dengan pendapatan yang tidak seberapa dan sangat jauh dari kata cukup.

Kasta Dalit dipercaya sebagai Kasta yang bahkan haram untuk disentuh/Untouchable.

Sejak zaman dulu, Kasta Dalit sudah menjadi masyarakat yang dikucilkan. Kondisi ini dijadikan keyakinan bahwa orang yang menyentuh fisik orang Dalit dianggap tercemar.

James berpendapat dalam bukunya yang berjudul "The Illustrated Encyclopedia of Hinduism" menulis bahwa warga Dalit dianggap "mencemari" masyarakat Hindu sehingga dijatah pekerjaan yang paling kotor dan gaji terendah.

Lembaga riset kebijakan ekonomi tertua India yaitu National Ncaer Concil bersama University of Maryland Eastern Shore melakukan survey terkait perilaku kelompok-kelompok sosial di India terhadap orang Dalit.

Menurut hasil survey tersebut dikatakan bahwa terdapat 27% Responden menghindari kontak fisik dengan orang-orang dari Kasta Dalit.

Bahkan 30% penganut agama Hindu memerlakukan orang Dalit secara spesifik yaitu dengan melarang mereka pergi ke dapur, menggunakan peralatan masak ataupun makan.

Menurut Human Right Watch, Mita Narula mengungkapkan bahwa "Dalit tidak diperbolehkan minum dari sumur ataupun cangkir yang sama, dari kuil yang sama. Serta memakai sepatu yang sama dipakai dengan kasta kelas atas."

Kasta Dalit juga lemah dari perlindungan hukum.

Dilansir dari Biro Kejahatan Nasional di India menunjukkan sebanyak 25.455 kasus menimpa kasta Dalit pada tahun 2000.

Setiap 2 jam orang dari Kasta Dalit dipukuli, setiap hari 3 orang perempuan Dalit diperkosa, 2 orang Dalit dibunuh dan 2 rumah orang Dalit lainnya dibakar.

Pada saat itu hukum bagi orang Dalit sangat lemah. Bahkan laporan dari kasus-kasus itupun diberhentikan dengan alasan tidak berdasar.

Meskipun pada tahun itu 26 polisi sudah dinyatakan bersalah di pengadilan sebagai tindakan karena tidak melaporkan dan melanjutkan kasus dari Kasta Dalit hanya karena mereka takut akan ancaman dari Kasta yang lebih tinggi.

Pihak Polisi menyalahgunakan wewenang dengan cara melakukan kolusi dengan kasta kelas atas.

Seiring berjalannya waktu, dengan adanya pembelaan hak-hak atas Kasta Dalit malah membuat diskriminasi menjadi sangat tinggi.

Namun, Kepolisian Dewan yang menganut sistem kasta agama Hindu membantah adanya data yang ada.

Kejahatan terhadap perempuan dari Kasta Dalit pun lebih buruk.

Dikutip dan dirilis dari BBC, menyebutkan bahwa 54% perempuan mengaku mengalami serangan kekerasan dan pemerkosaan. 46% mengalami kekerasan seksual, 43% menghadapi kekerasan domestik, 23% diperkosa dan 62% mengalami kekerasan verbal.

Menurut laporan dari Internasional Amnesti pada tahun 2001 ditemukan sejumlah kasus tindak kejahatan terhadap perempuan Dalit yang dilakukan oleh tuan tanah penduduk desa dari Kasta kelas atas dan juga polisi.

Namun, seperti yang sudah terjadi pada kasus sebelumnya polisi tidak menerima laporan atas kasus pemerkosaan perempuan Dalit. Mereka hanya menerima 5% laporan dan menolak sekitar 30% laporan pemerkosaan karena dianggap palsu.

Tidak hanya itu, penelitian menyebutkan fakta bahwa ternyata polisi menerima suap dari kasta kelas atas, melindungi tersangka. Dan tidak jarang bahkan suami dari perempuan Dalit yang diperkosa itupun dibunuh.

Bahkan sebagian perempuan Dalit dimasukkan kedalam prostitusi dengan dalih akan melakukan kegiatan agama dengan menyembahkan dirinya kepada kuil dan dewa yang mana dengan kondisi seperti itu mereka tidak bisa menikah.

Penulis buku "Case Matters" Dokter Surrats menulis bahwa "Perempuan Dalit sebagai kelompok paling tertindas di dunia."

Seorang Dalit pernah berkata bahwa perumpaan bagi mereka tidak berbeda dengan stempel yang sudah ada di dahi sejak lahir bertuliskan diskriminasi dengan kondisi yang sama sekali tidak adil tetapi mengubahnya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan.(*)

Sumber : Kanal Youtube Data Fakta

Load More