- Pada 5 Februari 2026, harga Bitcoin mengalami koreksi signifikan, diperdagangkan di sekitar US$ 70.955, jauh di bawah puncak Oktober lalu.
- Michael Burry memproyeksikan likuidasi besar dan dampak domino jika Bitcoin turun ke US$ 50.000, mengkritik status aset pelindung nilainya.
- Koreksi pasar ini telah merugikan perusahaan pemegang BTC besar seperti Strategy, seiring analis melihat pergeseran ke strategi jual pendek.
Suara.com - Bitcoin terus mengalami koreksi sejak awal Februari 2026. Pada hari ini, Kamis (5/2/2026) harga Bitcoin (BTC) terpantau diperdagangkan di kisaran US$ 70.955, bahkan sempat menyentuh level US$ 70.417 pada pukul 13.30 WIB.
Penurunan ini mencerminkan pelemahan lebih dari 3% dalam kurun waktu 24 jam terakhir, memicu kekhawatiran akan terjadinya koreksi yang lebih dalam.
Sejumlah analis dan investor kawakan mulai menyuarakan peringatan dini. Bitcoin yang sempat mencapai level US$ 73.000 pada Selasa lalu kini tercatat telah menyusut sekitar 40% dari titik tertingginya yang sempat melampaui US$ 126.000 pada Oktober tahun lalu.
Investor legendaris yang dikenal melalui prediksi "Big Short", Michael Burry, memberikan peringatan keras melalui unggahan terbarunya di Substack.
Burry memproyeksikan adanya likuidasi besar-besaran pada logam mulia mencapai US$ 1 miliar di akhir Januari sebagai dampak dari upaya investor institusi menutupi kerugian di pasar kripto.
Burry berargumen bahwa Bitcoin gagal membuktikan perannya sebagai aset pelindung nilai (safe haven) atau alternatif emas digital.
"Tidak ada landasan penggunaan organik yang kuat untuk menahan laju penurunan harga Bitcoin saat ini," tulisnya.
Lebih lanjut, ia memperingatkan efek domino jika BTC merosot ke level US$ 50.000:
- Kebangkrutan Penambang: Perusahaan mining skala besar terancam tidak mampu menutupi biaya operasional.
- Kejatuhan Aset Terkenalisasi: Pasar futures logam yang ditokenisasi berisiko kehilangan pembeli dan terjebak dalam masalah likuiditas yang parah.
Koreksi pasar ini mulai berdampak nyata pada neraca keuangan perusahaan publik yang mengoleksi Bitcoin dalam jumlah besar.
Baca Juga: Apa Itu Cryptojacking dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
Strategy, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor, kini berada dalam posisi merugi setelah harga pasar jatuh di bawah harga beli rata-rata mereka di kisaran US$ 76.000.
Laporan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut menanggung kerugian luar biasa mencapai US$ 17,44 miliar pada kuartal keempat saja.
Kapitalisasi pasar perusahaan pun anjlok drastis dari US$ 128 miliar pada Juli menjadi hanya US$ 40 miliar, atau terpangkas hingga 61% sejak puncak harga Bitcoin tahun lalu.
Senada dengan Burry, analis dari CXR Engineering, Hiroyuki Kato, menilai pasar kripto telah memasuki tren penurunan jangka panjang. Kato menyoroti bahwa strategi pasar kini telah berubah dari "buy the dip" menjadi "short selling" masif.
Kondisi teknikal yang mengkhawatirkan meliputi:
Pola Grafik: Pada grafik mingguan, BTC membentuk pola head and shoulders yang mendekati garis leher (neckline). Jika
Berita Terkait
-
Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi