SuaraSoreang.id - Sudah menjadi hal yang lazim apabila budaya dan kesenian Indonesia memiliki unsur-unsur misteri atau mistis di dalamnya.
Seperti salah satunya ialah Tarian Jaranan, kesenian yang seringkali ditampilkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini dalam penampilannya memiliki unsur-unsur mistis yang menarik untuk diketahui.
Apa saja ya? Berikut ulasan mengenai Tari Jaranan yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Tari Jaranan
Dalam bahasa Jawa, jaran memiliki arti kuda. Selaras dengan penampilan tarian jaranan yang menggunakan properti kuda. Tentunya bukan kuda sungguhan, meainkan kuda mainan yang terbuat dari anyaman bambu.
Para penari dalam penampilannya menunggang kuda buatan sambil membawa cambuk, sembari diiringi gamelan yang berupa; gendang, saron, dan gong sebagai musik pengiringnya.
Penari tarian ini mempresentasikan pasukan kerajaan yang menunggangi kuda. Sedangkan pemain gamelan mempresentasikan pemusik yang memainkan alat musik dari besi.
Unsur mistis
Keunikan dari tarian ini ialah penarinya mengalami kesurupan dalam penampilannya. Biasanya, sebelum pertunjukan berlangsung, akan ada pawang yang bertugas memanggil roh.
Baca Juga: Asal Usul Leak, Wanita Sakti yang Marah Sebarkan Wabah di Kerajaan Kediri
Dalam pemanggilan rohnya, pawang akan mengolesi gamelan dengan minyak. Ia juga menyiapkan sesajen, seperti; beras, daun singkong, air mineral, dan kopi. Untuk selanjutnya ia akan membaca mantra dengan tujuan memanggil roh.
Roh yang datang pun akan bermacam-macam, misalnya roh dari binatang buas semacam harimau dan ular. Setelah roh terpanggil, pawang akan membisikki sesuatu ke arah penari, yang nantinya penari akan kesurupan.
Saat penari kesurupan, penari tersebut akan menari dengan gerakan tergantung roh apa yang memasuki mereka. Misalnya, bila roh harimau yang memasuki tubuh mereka, biasanya penari tersebut akan mengaum mirip harimau.
Aksi selanjutnya yang paling membuat bergidik ialah ketika penari tersebut akan memakan beling atau pecahan kaca. Bukan hanya dimakan, tapi sekaligus ditelan.
Tidak berakhir disitu kengeriannya, saat akan berakhirnya tarian dan roh yang memasuki penari akan diusir, biasanya roh dalam tubuh penari tersebut akan meminta hal yang aneh. Seperti, meminta untuk dicambuk.
Kontributor: Shafa Maura Zahwa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan
-
Harga Pertamax Naik Tajam, 10 Persen Konsumen Diprediksi Serbu Pertalite
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Pencinta Sepak Bola Wajib Baca: Tips Beli Jersey Orisinal Piala Dunia 2026