/
Kamis, 03 November 2022 | 12:34 WIB
youtube/KompasTV

SuaraSoreang.id - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Bripka RR alias Rizky Rizal ungkap skenario Ferdy Sambo dan sampaikan permohonan maaf pada keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Permohonan maaf itu dia sampaikan dalam persidangan di hadapan orang tua Brigadir J, Saluem Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Rizky Rizal meminta maaf setelah mendengar kesaksian dari Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

"Saya harap kepada Ibu Rosti dan Bapak Samuel serta keluarga besar untuk dapat memberikan maaf," kata Bripka RR.

Terkait insiden pembunuhan Brigadir J, Ricky mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. Rizky hanya mengaku jika Ferdy Sambo memintanya untuk menjelaskan jika insiden pembunuhan itu sebagai kejadian tembak menembak.

Ricky membenarkan adanya skenario yang dibuat Ferdy Sambo terkait insiden pembunuhan Brigadir J.

"Ketidaktahuan saya pada saat terjadi situasi saat itu. Memang benar untuk skenario tembak-menembak ke keluarga besar Brigadir Yosua itu disampaikan bapak FS di ruang Provos," jelas Ricky.

Kemarahan Ibu Brigadir J

Orang tua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, memberi kesaksian di persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). (YouTube/KOMPASTV) (sumber:)

Ketika mengadapi kenyataan jika anaknya meninggal dunia, Rosti Simanjuntak mengaku sempat marah pada mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan dan anak buahnya Kombes Susanto.

Baca Juga: Lesti Kejora akan Manggung Lagi, Netizen Sentil 'Mulai Membanting Tulang setelah Dibanting'

Hendra dan Susanto datang ke rumahnya pada 11 Juli 2022, usai Brigadir J dimakamkan.

Kemarahannya ini terjadi ketika keduanya menemui keluarga Brigadir J di Jambi ketika menjelaskan skenario soal tembak menembak adalah palsu.

Momen tersebut diungkap Rosti ketika menyampaikan kesaksiannya di sidang Kuat Maruf dan Rizky Rizal selaku terdakwa pembunuhan Brigadir J.

Tak tiba-tiba marah, Rosti menjelaskan penyebab kemarahannya tersebut. Dia mengaku jika sebelum kedatangan Hendra, Rosti sempat mencari kabar Yosua. 

Namun, nomor seluruh keluarga sudah diblokir Yosua. Pemblokiran ini diduga karena handphone Yosua yang sudah dikuasai orang lain.

"Jadi saya sebagai ibu yang kehilangan anak memang saya langsung marah, 'kamu seorang Jenderal enggak usah banyak bicara'," kata Rosti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2022).

Load More