SuaraSoreang.id - Kang Dedi Mulyadi mengaku telah membuat putra pertamanya, Maula Akbar trauma karena didikannya.
Seperti diketahui belakangan ini kehidupan Maula Akbar tengah menjadi sorotan usai Dedi Mulyadi beberkan fakta ibu kandung Maula Akbar yang ternyata bukan Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne.
Maula Akbar merupakan putra sulung Dedi Mulyadi dari istri pertamanya, Sri Mulyawati yang sudah meninggal ketika A Ula menginjak usia 3 bulan.
Hal ini Kang Dedi Mulyadi ungkap dalam sebuah video di kanal Youtubenya Kang Dedi Mulyadi Channel bersama dengan sang sulung, Maula Akbar.
Di tengah perbincangan itu, Kang Dedi Mulyadi menceritakan berbagai pengalaman hidup Maula Akbar dengan segala karakter yang dikenalnya sebagai seorang ayah.
Salah satunya, Kang Dedi Mulyadi mengungkap jika Maula Akbar trauma padanya karena sering memarahi putra sulungnya bukan sebagai anak.
"Saya juga sering marahi dia," ujar Kang Dedi.
Misalnya, Kang Dedi marah pada A Ula, sapaan akrab Maula Akbar, ketika dirinya disuruh namun menyuruh lagi orang lain dalam melakukan suatu hal.
"Kenapa sering marahi dia? misalnya kalo saya suruh, aa nyuruh lagi, selalu saya tegur itu gak boleh," kata Kang Dedi.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Ajak Maula Akbar Berkunjung ke Makam Ibu Kandung: Terima Kasih Teh Sri Mulyawati
Akhirnya, karena sering marahi A Ula, Kang Dedi Mulyadi menyadari jika dirinya telah membuat sang anak trauma.
"Dan akhirnya sekarang ada sedikit trauma," ujar Kang Dedi.
Selain itu, Kang Dedi juga mengaku sering memberi banyak tekanan pada A Ula. Namun, tekanan itu bukan dilakukan sebagai anak, namun sebagai kader.
"Saya sering beri tekanan-tekanan pada dia sebagai kader bukan hanya sebagai anak untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah semuanya," beber Kang Dedi.
"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," ungkapnya.
Kang Dedi Mulyadi selalu memberi tekanan pada A Ula melalui telfon. Dia mengaku jika dirinya mengadopsi pola pendidikan militer.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi