/
Senin, 07 November 2022 | 13:41 WIB
Dedi Mulyadi buat Maula Akbar trauma (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

SuaraSoreang.id - Kang Dedi Mulyadi mengaku telah membuat putra pertamanya, Maula Akbar trauma karena didikannya.

Seperti diketahui belakangan ini kehidupan Maula Akbar tengah menjadi sorotan usai Dedi Mulyadi beberkan fakta ibu kandung Maula Akbar yang ternyata bukan Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne.

Maula Akbar merupakan putra sulung Dedi Mulyadi dari istri pertamanya, Sri Mulyawati yang sudah meninggal ketika A Ula menginjak usia 3 bulan.

Hal ini Kang Dedi Mulyadi ungkap dalam sebuah video di kanal Youtubenya Kang Dedi Mulyadi Channel bersama dengan sang sulung, Maula Akbar.

Di tengah perbincangan itu, Kang Dedi Mulyadi menceritakan berbagai pengalaman hidup Maula Akbar dengan segala karakter yang dikenalnya sebagai seorang ayah.

Salah satunya, Kang Dedi Mulyadi mengungkap jika Maula Akbar trauma padanya karena sering memarahi putra sulungnya bukan sebagai anak. 

"Saya juga sering marahi dia," ujar Kang Dedi.

Misalnya, Kang Dedi marah pada A Ula, sapaan akrab Maula Akbar, ketika dirinya disuruh namun menyuruh lagi orang lain dalam melakukan suatu hal.

"Kenapa sering marahi dia? misalnya kalo saya suruh, aa nyuruh lagi, selalu saya tegur itu gak boleh," kata Kang Dedi.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Ajak Maula Akbar Berkunjung ke Makam Ibu Kandung: Terima Kasih Teh Sri Mulyawati

Akhirnya, karena sering marahi A Ula, Kang Dedi Mulyadi menyadari jika dirinya telah membuat sang anak trauma.

"Dan akhirnya sekarang ada sedikit trauma," ujar Kang Dedi.

Selain itu, Kang Dedi juga mengaku sering memberi banyak tekanan pada A Ula. Namun, tekanan itu bukan dilakukan sebagai anak, namun sebagai kader.

"Saya sering beri tekanan-tekanan pada dia sebagai kader bukan hanya sebagai anak untuk bisa menyelesaikan berbagai masalah semuanya," beber Kang Dedi.

"Dan tekanan-tekanan itu melahirkan, jujur saja, ada sedikit trauma pada dia," ungkapnya.

Kang Dedi Mulyadi selalu memberi tekanan pada A Ula melalui telfon. Dia mengaku jika dirinya mengadopsi pola pendidikan militer.

"Saat ditelfon sama ayahnya, ayahnya selalu memberikan tekanan. Karena polanya saya selalu pola pendidikan militer," ucap Kang Dedi.

Menurut Kang Dedi, A Ula kini sudah bisa melewati masa-masa traumatik itu dan sudah mengerti dengan pola pendidikan sang ayah.

"Tetapi traumatik-traumatik itu bisa aa lewati ya a, dan bisa memahami apa yang ayah lakukan buat aa sedikit tegas itu buat kebaikan aa," jelas Kang Dedi.

Menurutnya, apa yang dia lakukan semata-mata hanya untuk kebaikan A Ula dalam menjalani kehidupan dan terbiasa dengan berbagai tekanan.

"Agar aa hidupnya bisa melewati daya tekan, karena kehidupan itu nanti banyak yang menghina ada yang apa banyaklah," pungkas Kang Dedi.(*)

Sumber: Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel

Load More