Sejak itulah Jean mulai sering menghabiskan banyak waktu dengan Bernadette di rumah Jean bersama Suzanne.
Hubungan mereka yang sangat dekat membuat mereka memutuskan untuk tinggal satu atap. Jadi Bernadette pindah dengan ketiga anaknya ke rumah Jean.
Meskipun begitu, Suzanne masih sering datang ke rumah Jean padahal mereka sudah mulai sering menggertak dan memanfaatkan sifat Suzanne yang baik. Suzanne tidak marah atas apa yang mereka lakukan, ia tetap melakukan apa yang mereka minta.
Jeann sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Clifford berusa 17 tahun yang ikut tinggal dengannya untuk membantu bisnis kakaknya dari rumah.
Sebelumnya Jean Powell menikah dan bercerai dengan Glynn Powell, namun mereka masih behubungan baik sehingga ia masih datang dan berkunjung ke rumah Jean.
Pada saat itu, Bernadette pun sudah memiliki pacar yang berusia 16 tahun yaitu Anthony Dudson.
Bernadette mulai tidak suka kepada Suzanne yang tinggal di rumah itu. Ia menyangka bahwa Suzanne tidak merawat anak-anak Jean dengan baik, dituduh mencuri ketika ada barang yang hilang di rumah, sering meneriaki Suzanne dan berujung memukuli Suzanne sehingga memar ada diseluruh tubuhnya.
Suzanne merasa tidak tahan karena perlakuan mereka sehingga memutuskan untuk lari dan pergi ke rumah ibunya, Elizabeth. Tapi ibunya menolak walaupun Suzanne sudah memohon-mohon. Ibunya beralasan bahwa pacarnya mungkin tidak akan suka, jadi Suzanne pun terpaksa untuk kembali ke rumah Jean.
Bernadette terus-terusan menyalahkan suatu hal kepada Suzanne baik dari hal-hal kecil. Meskipun begitu, Suzanne tetap percaya bahwa mereka menyayanginya, padahal sudah mendapat kekerasan fisik.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Diolok Wakil Bupati Purwakarta: yang Penting Gak Digugat Cerai
Hingga pada November 1992, pacarnya Bernadette yaitu Anthony didiagnosa memiliki penyakit kelamin. Bernadette pun tetap melayangkan kesalahan tersebut kepada Suzanne bahwa penyakit itu datang darinya karena selalu berada didekat mereka.
Mereka pun menghukum Suzanne atas tuduhan tersebut. Padahal menurut Anthony sendiri, ia meyakini bahwa penyakit kelamin yang ia miliki bukan datang dari Suzanne melainkan dari Bernadette.
Pada 7 Desember, Suzanne pun akhirnya kembali pulang ke rumah ayah tirinya. Tapi kini, Bernadette dan Jean malah memikirkan cara untuk membujuk Suzanne agar ia kembali ke rumah Jean.
Mereka membujuk Suzanne dengan berbohong bahwa ada lelaki yang seumuran dengannya menyukainya dan sedang menunggu di jalan Length Worth 97.
Suzanne yang polos dan lugu itupun tidak menunggu lama dan langsung mendatangi rumah Jean karena penasaran. Sedangkan Bernadette dan Jean sudah tahu pasti bahwa dengan kebohongan itu akan membuat Suzanne kembali ke rumahnya.
Sayang, pada saat sampai ke rumah Jean bukan sambutan yang Suzanne terima, melainkan siksaan yang kejam dari semuanya.
Pada saat tiba, Suzanne melihat ada Glynn Powell dan Anthony sedang menunggu kehadirannya yang tanpa basa-basi langsung menyeretnya ke dapur, mencukur habis rambut dan alis milik Suzanne, menggunduli kepalanya.
Tak hanya itu, mereka pun memakaikan plastik kepada kepala Suzanne dan ia dipukuli bersama-sama oleh Bernadette, Jean, Glynn dan Anthony menggunakan ikat pinggang.
Mereka tidak peduli dengan kondisi Suzanne yang sudah tidak sadarkan diri dan malah memasukkan Suzanne kedalam lemari.
Keesokan paginya pada tanggal 8 Desember saat Suzanne terbangun ia mulai berteriak dan menangis. Bukannya merasa iba, mereka malah memindahkan Suzanne ke rumah Bernadette karena tangisan Suzanne mengganggu anak-anak dari Jean dan juga Bernadette.
Siksaan yang didapatkan Suzanne tidak sampai disitu. Dirumah Bernadette, Suzanne baringkan di kamar di lantai atas. Dibaringkan dengan tangan diikat menggunakan kabel listrik dan mulut yang disumpal menggunakan kaos kaki.
Suzanne dibiarkan terbaring di tempat tidur tanpa diberikan makan dan minum atau bahkan pergi ke kamar mandi.
Mereka bergiliran menyiksa Suzanne. Dan pada saat Suzanne pingsan, mereka menyuntikkan amfetamin untuk membangunkannya kembali dan menyiksanya lagi.
Penyiksaan yang dialami Suzanne terus berlanjut, merea mencabut paksa gigi Suzanne dengan tang, wajah Suzanne dibakar dengan rokok dan Suzanne dipaksa mendengarkan musik melalui headphone dengan volume yang sangat tinggi berjudul Chucky yang diputar berulang-ulang.
Bahkan setelah 3 hari, Suzanne tetap tidak dibiarkan ke kamar mandi, diberi makan ataupun minum. Sehingga Suzanne sudah sangat kotor dan bau, barulah mereka menyeret Suzanne ke kamar mandi dan mendorongnya ke kamar mandi dengan bak yang sudah penuh disinfektan dan mulai menggosok kulit Suzanne dengan sikat yang cukup keras sampai kulit Suzanne mulai mengelupas.
2 hari kemudian datang anak laki-laki yang berusia 18 tahun bernama David. Ia adalah teman dari Anthony. Dan ada temannya yang lain juga bernama Jeffrey sedang berkumpul di rumah Bernadette.
David tidak mengetahui apa-apa sehingga ia mulai bertanya apa yang ada dilantai atas, tapi dengan bangganya Jeffrey dan Anthony tertawa lalu menunjukkan keberadaan Suzanne dengan kondisi yang tragis nan mengenaskan dengan kepala yang sudah digunduli dan gigi yang sudah tercabut.
David saat itu dimintai teman-temannya untuk mengawasi Suzanne. Suzanne saat itu melihat sedikit harapan bahwa David mungkin akan membebaskannya, namun ternyata tidak. David malah berkata bahwa dia tidak memiliki keberaniaan dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Sudah 5 hari sejak Suzanne hilang, keluarganya mulai mempertanyakan keberadaan Suzanne yang saat itu tahu bahwa Suzanne tinggal di rumah Jean. Kemudian Michelle, saudari tirinya pun datang ke rumah Jean menanyakan keberadaan Suzanne. Tapi Jean bilang bahwa Suzanne tidak ada di rumahnya dan tidak tahu keberadaannya.
Michelle dan keluarganya pun mulai panik sehingga memberitahu Jean kalau Suzanne belum ditemukan mungkin mereka akan melaporkan hilangnya Suzanne.
Kabar itu pun membuat Jean dan Bernadette panik, sehingga setelah Michelle pergi, mereka menyeret Suzanne pada malam hari dan pergi bersama yang lainnya menuju hutan terpencil.
Sepanjang perjalanan, mereka tertawa terbahak-bahak seolah-olah ada suatu hal yang lucu. Padahal kondisi Suzanne sudah memprihatinkan.
Ternyata, Suzanne dibawa dan diikat di sebuah hutan terpencil. Suzanne disiram dengan bensin oleh Bernadette, dan menyulutnya dengan api. Suzanne pun mulai terbakar, kondisinya sudah sangat tragis.
Mereka pergi meninggalkan Suzanne begitu saja, tertawa bahwa mereka mengira tidak akan ketahuan oleh polisi dan mengira kalau orang yang dibakar pasti mati.
Ternyata tidak, Suzanne entah ada keajaiban dari mana ia bisa memadamkan api. Dan merangkak pelan ke pinggir jalan sampai ada pejalan kaki lewat bernama Barry bersama dua rekan kerjanya menuju tempat kerja pada jam 6.10 pagi menemukan Suzanne dengan kondisi yang sangat mengenaskan, namun ia tetap hidup.
Ia pun dibawa ke rumah warga terdekat, sepasang suami istri yang bernama Michael dan Margaret. Mereka langsung menelepon ambulans dan melakukan semua hal yang mereka bisa untuk menolong Suzanne.
Suzanne yang sudah tidak makan dan minum selama 6 hari diberikan minum oleh Margaret sebanyak 6 gelas, dengan kondisi ia bahkan tidak bisa memegang gelas itu oleh dirinya sendiri. Tangan, kaki bahkan wajah sudah habis terbakar, namun ajaib Suzanne masih bisa bertahan.
Ia pun dibawa ke rumah sakit dan melaporkan kejadian yang mereka alami. Keluarga Suzanne pun datang ke rumah sakit. Pihak rumah sakit bahkan tidak bisa mengidentifikasi wajah Suzanne karena sudah terbakar habis kecuali hanya menggunakan sidik jari yang menyatakan bahwa ia adalah Suzanne.
Setelah melaporkan hal tersebut kepada polisi, Suzanne koma. Karena kondisinya yang sangat parah, luka bakar yang ada diseluruh tubuh, mengalami dehidrasi dan kegagalan organ. Sayangnya, pada 18 Desember 1992 Suzanne meninggal dunia.
Penjahat yang sudah melakukan hal-hal keji tersebut pun sudah ditangkap, namun mereka berdalih tidak tahu apa-apa.
Tapi polisi sangat pintar dan tidak goyah karena mereka menemukan banyak bukti dari mulai kasur saat Suzanne disiksa dan diikat, rambut Suzanne, bahkan gigi Suzanne yang sengaja mereka simpan sebagai piala dirumahnya.
Keenam orang tersebut akhirnya di hukum dengan hukuman seumur hidup minimal 25 tahun penjara. Namun Jeffrey, Anthony dan David dihukum 12 tahun karena melakukan konspirasi dalam penyiksaan.(*)
Sumber: Kanal Youtube Ringo Sayya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
8 Hari Menuju Piala Dunia 2026: Tonton Ulang Gol Roket Socrates yang Membungkam Uni Soviet
-
Isu Anggaran, PBVSI Masih Menunggu soal Keikutsertaan Timnas Voli di Asian Games 2026
-
Tak Hanya Tangguh, Mitsubishi Destinator Exceed Buktikan Efisiensi & Kenyamanan di Berbagai Kondisi
-
5 Parfum Saff & Co yang Wanginya Mewah ala Brand Kelas Dunia dan Lebih Terjangkau
-
Pengemudi Innova Nekat Terobos Jalan Baru Dicor Jadi Buronan Petugas Pajak
-
Filosofi Pakai Dulu yang Ada: Bukan Ketinggalan Zaman, tapi Selamatkan Bumi
-
5 Fakta Kasus Wabup PALI yang Diamankan Kejati, Dugaan Fee Proyek Jadi Sorotan
-
Mitsubishi Destinator Exceed Hadir dengan Mesin Turbo Irit & Kabin Luas untuk Perjalanan Keluarga
-
Budget Rp1 Jutaan Dapat Tablet Apa? Cek 5 Pilihan dengan Spek Gahar, Baterai Badak Kuat Seharian
-
Manchester United Capai Kesepakatan Rekrut Ederson dari Atalanta