SuaraSoreang.id - Akhirnya terungkap cerita hidup masa lalu Ibu Eny dan masa kecil Tiko dari penuturan salah seorang tetangganya yang bernama Pak Dasuki.
Sebagai saksi hidup, Pak Dasuki yang sekarang menjabat sebagai Ketua RT 08 mengaku sudah lama tinggal dalam komplek tersebut.
Bahkan beliau juga menjadi salah satu orang yang menyaksikan pembangunan awal rumah Tiko dan Ibu Eny kala itu.
"Banget, saya tahu banget (sejarah pembangunan rumah Tiko). Dari gali pondasi saya nongkrongin ini rumah," kata Pak Dasuki selaku pengawas proyek pembangunan rumah tersebut dahulu, Selasa (24/1/2023).
Oleh karenanya, ia tahu betul cerita tentang rumah yang Tiko dan Ibu Eny tinggali saat ini, sekaligus masa kecil Tiko dan kehidupan masa lalu mereka.
Dikatakan Pak Dasuki, sejak kecil kisah Tiko memprihatinkan. Utamanya semenjak ia duduk di bangku SD dan orang tuanya telah berpisah.
"Nah setelah lulus SD itu kita prihatin. Mohon bantuan terus bawa barang, suruh dijual sama ibunya ya. Ala kadarnya berapa aja lah, barang-barang, alat dapur apa aja pokoknya yang ada di rumah ini," ungkapnya.
Yang membuat Pak Dasuki trenyuh adalah semenjak perekonomian keluarga Tiko berubah drastis, masa kecil Tiko seolah terenggut begitu saja.
Bahkan, ia menuturkan bahwa Tiko sempat berhenti beberapa tahun usai lulus SD dan baru mendaftar SMP, hingga kembali tidak bisa melanjutkan pendidikan alias putus sekolah.
Baca Juga: Teman-teman Artis Belum Diizinkan Jenguk Indra Bekti usai Pulang dari RS, Kenapa?
"Prihatin kita pas di SD. Kelas 6 dia berhenti itu berapa tahun terus melanjutkan lagi SMP kelas 1. Cuma sampai kelas 1 doang," ujarnya.
Setelah itu, Tiko lebih sibuk mencari uang untuk melanjutkan hidup bersama sang ibu. Salah satunya dengan menawarkan barang-barang di rumahnya untuk dijual kepada tetangga sekitar.
Kali ini tidak hanya perabotan dapur. Namun juga mebel-mebel seperti pintu, rak buku hingga pintu kamar mandi pun dijual oleh Ibu Eny kali itu.
Salah satu orang yang sering ditawari mebel oleh Ibu Eny adalah Pak Dasuki sendiri. Sebagai tetangga yang tahu hidup mereka, membeli perabotan adalah bentuk mereka membantu keluarga Ibu Eny.
"Walaupun kita butuh nggak butuh ya buat apa ya, udahlah kita tahu keadaan dia ya. Mungkin untuk beli sembako. Katanya biar kita nggak butuh juga ya tetap kita beli lah," papar Pak Dasuki.
Bahkan Ibu Eny dan Tiko pernah memiliki sebuah motor dan hilang dicuri orang, sebelum akhirnya mereka benar-benar tidak memiliki benda berharga lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan