SuaraSoreang.id - Roni Bodax ungkapkan aksi-aksi gilanya di masa lalu sebelum akhirnya hijrah dan kini aktif untuk berdakwah.
Pendakwah bertato itu mengatakan bahwa sejak kecil ia tidak pernah main-main untuk menghajar orang yang membuatnya emosi.
Cerita tersebut ia sampaikan kepada Densu saat menjadi bintang tamu di channel Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (25/1/2023).
Selain memiliki tato hampir di seluruh badan bahkan bola mata, Roni Bodax terobsesi untuk selalu mengasah keberaniannya melalui rasa sakit.
Seperti saat ia menerima tantangan acara tato di sebuah cafe. Roni Bodax mengajukan diri untuk ditato di jidatnya dengan imbalan uang Rp 1 juta.
Bahkan ia tidak memikirkan uang sponsor yang akan didapatkan, ia hanya ingin mendapatkan kepuasan dari rasa sakit ditato di bagian wajah tersebut.
Buktinya, ia sengaja membesarkan tato tersebut dengan cara ditumpuk ulang pengerjaannya padahal hasil awalnya belum kering saat itu juga.
"Akhirnya besarin lagi, dikasih ditumpuk lagi itu. Baru jadi sikat lagi, besar lagi. Besarnya gambarnya di sini tuh. Dapat Rp 1 juta. Tapi Rp 1 jutanya tidak berarti, rasa beraninya (yang berarti)," papar Roni Bodax.
Aksi lain adalah saat ia masuk penjara di usia yang belum dewasa karena hampir membunuh orang yang membuatnya kesal.
Baca Juga: Skywalk Kebayoran Lama Diresmikan! Pj Gubernur Minta Masyarakat Turut Menjaga
Roni memukul orang tersebut dengan benda tumpul sampai kepala korban bocor dan harus dijahit. Untungnya banyak orang di sekitar lokasi.
Sehingga ia tidak sampai menuntaskan misinya untuk menghabisi si korban. Justru ia akhirnya masuk penjara dengan hukuman 7 bulan bui, karena masih di bawah umur.
Namun anehnya, saat menginjak usia 17 tahun dan masih dalam penjara, Roni justru meminta kepada pihak kepolisian untuk memindahkannya ke ruangan narapidana dewasa.
"Banyak belajar. Iya gambarnya 7 bulan di situ sampai akhirnya naik 17 tahun ke atas, KTP saya keluar tapi saya masih di dalam. Akhirnya saya minta ini gimana dari kantor, minta pindah di dewasa," kata dia.
Mendengar hal itu, Densu cukup kaget dan menanyakan alasannya. Roni menjawab ia hanya ingin merasakan dan belajar yang lebih banyak dari status narapindana dewasa.
"Supaya apa supaya belajarnya lebih dalam lagi. Ngapain? Biar gak tanggung-tanggung saya belajar," ujar Roni lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Sinergi Warga dan BRI Bawa Desa Empang Baru Kian Berdaya Saing
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Sentuhan Program Desa BRILiaN Percepat Kemajuan Empang Baru
-
Desa Empang Baru Perkuat Ekonomi Lewat Bantuan BRI dan Digitalisasi Keuangan
-
BUMKam Mekar Sari Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Empang Baru
-
Dari Ting Ting Jahe hingga Kerambah Apung, Empang Baru Kian Produktif Bersama BRI
-
Kolaborasi dan UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Empang Baru
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru