SuaraSoreang.id - Pak Edy, seorang lansia yang hidup seorang diri di dalam rumah terbengkalai dan penuh sampah mengungkapkan asal-usunya.
Lelaki berumur 73 tahun asal Kota Semarang itu mengatakan bahwa ia memiliki darah Jawa dan Sunda. Di mana sang ibu merupakan orang Sunda dan ayahnya adalah orang Jawa.
Ia juga mengatakan bahwa rumah yang kini ia tempati merupakan warisan dari mendiang orang tuanya, yang dulu terbilang cukup sukses dan kaya.
"Memang ayah saya dulu orang sukses, sehingga bisa bangun rumah ini. Ini rumah peninggalan ayah," papar Pak Edy ungkap fakta tentang dirinya, Kamis (26/1/2023).
Lansia yang mengingatkan netizen dengan kondisi Ibu Eny dan Tiko tersebut menjelaskan jika rumah tersebut adalah peninggalan satu-satunya orang tua untuk dirinya, yang merupakan anak tunggal.
Meskipun, ia mengakui bahwa hanya itulah peninggalan orang tuanya di masa lalu yang dapat ia kenang dan rasakan hingga sekarang.
"Luas tanah 285 (meter persegi)," ungkap Pak Edy, Minggu (29/1/2023) di vlog Bang Bewok.
Di sisi lain, Pak Edy sendiri memiliki tiga orang anak yang dua di antaranya telah meninggal dunia satu tahun lalu.
"Saya satu-satunya (anak dari orang tua beliau). Anak-anak saya tiga, tapi yang pertama dan yang ketiga sudah meninggal. Covid kemaren, setahun yang lalu," ungkap Pak Edy.
Baca Juga: Mikha Tambayong dan Deva Mahenra Nikah Beda Agama, Benarkah Tanda Penyelundupan Hukum?
Tampak pula sebuah mobil bekas milik Pak Edy yang kini teronggok tak terurus di halaman rumahnya. Pak Edy mengakui mobil tersebut adalah hasil kerjanya di masa lalu.
"Ford Wilis tahun 52," ucap Pak Edy saat ditanya tipe mobil yang ia sayangi tersebut.
Ia berharap bisa mempertahankan mobil kesayangannya itu dan memperbaikinya nanti saat niatnya untuk menjual rumah peninggalan orang tua beliau bisa laku. (*)
Sumber: Youtube K-dafy berjudul KITA MAU BERSIHKAN RUMAH PAK EDY, TAPI... dan Youtube Bang Bewok berjudul DULU JUTAWAN KEADAAN PA EDY KINI MEMPRIHATINKAN
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring