Saat kelimanya berjualan seperti biasa, di luar dugaan ada wanita berteriak sambil menuduh kelima pria Garut itu adalah yang akan menculik anak.
"Ada ibu-ibu berjarak jauh dari mereka (5 warga Garut sedang jualan), ngomong bahwa mereka itu penculik," katanya.
Wanita tersebut lantas lapor pada pamannya, yang saat itu juga langsung lapor pada kepala desa.
Saat itu juga kepala desa melakukan klarifikasi pada kelima warga Garut tersebut.
4. Pesan culik anak sengaja disebar
Dari sana, entah siapa yang memulai pesan pelaku culik anak ditangkap disebar melalui pesan WA.
Warga yang mendapat pesan ada penculik anak yang berkeliaran di wilayahnya, langsung beraksi menuju kantor desa.
"Ada pesan WhatsApp dari kepala Desa itu, maka warga berkumpul di kantor atau balai desa mengamankan mereka, dan terjadilah aksi tersebut," tuturnya.
5. Bukan pelaku culik anak
Baca Juga: Cek Fakta: Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Pilot dan Penumpang Disandera
Ayah satu di antara lima warga Garut yang dituduh culik, Donald Hamzah (44), kaget lantaran anaknya diamuk warga atas tudingan tidak mendasar.
Donald Hamzah mengatakan jika anaknya bernama Lucky Wanda Rivana (30), hanya mencari rezeki di daerah orang.
"Anak saya (Lucky Wanda Rivana) itu hanya jualan pakaian. Saya kaget. Anak saya kok dituduh culik," kata Donald dihubungi wartawan.
6. Kades di Garut ungkap kondisi lima warga Garut
Kepala Desa Cihuni, Garut, Firman Maulana mengaku sudah mendapat informasi soal lima orang Garut yang dituduh culik.
"Saya dapatkan informasi (5 warga Garut dituduh culik) dari pihak Polsek," katanya saat dihubungi wartawan.
"Saya dalami dari keluarga masing-masing (lima warga Garut), hasilnya mereka ke sana (Sumatera Selatan) hanya untuk berjualan pakaian," ungkap Firman.
Dia mengatakan, informasi terakhir yang didapat dari polisi di TKP, jika kelimanya sudah dinyatakan tidak ada kaitannya dengan aksi culik anak.
"Informasi terakhir, kepolisian di sana sudah menyatakan jika lima orang warga tidak bersalah. Mereka di sana katanya selain dikeroyok juga dijarah," kata Firman. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kabar Terbaru Gempa Garut 1 Februari 2023, Sejumlah Rumah Warga Desa Padaawas Pasirwangi Garut Mengalami Kerusakan
-
BREAKING NEWS! Gempa 4,4 SR Guncang Kabupaten Garut Terasa Sampai Bandung, Ada Aktivitas Sesar Garsela?
-
Yakin Rakyat Setuju Jabatan Kades 9 Tahun? KPK Punya Data Mengerikan Soal Dana Desa
-
Penyebab Gempa Garut, Apakah Berkaitan dengan Gempa Cianjur?
-
UPDATE Gempa Garut M 6,4, Infromasi Korban dan Kerusakan, Curah Hujan Tinggi dan Tanah Longsor
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan