SuaraSoreang.id - Gitasav masih menjadi perbincangan publik setelah memberikan pernyataan bahwa dirinya dan suami memutuskan untuk tidak memiliki anak (Childfree).
Bukan tanpa alasan Gitasav menyatakan hal demikian, ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan dirinya sebelum memutuskan childfree.
Salah satu faktor Gitasav memilih childfree ialah karena tanggung jawab menjadi orang tua sangatlah besar.
Menurutnya menikah bukan hanya sekedar memiliki anak saja, akan tetapi juga harus bertanggung jawab atas masa depan sang anak.
Mengutip blog pribadi Gitasavitri.blogspot.com pada Kamis (16/2/2023), dalam unggahannya tersebut nampak Gitasav menjawab tudingan liberal haters kepada Gitasav karena ingin nunda punya anak.
"Gita liberal. Soalnya Gita pernah bilang di IG strory kalau dia pingin nunda punya anak. anak itu rezeki, woy! masa lo tolak?!" kata Gitasav yang ditulis di blog pribadinya.
Menanggapi tudingan tersebut, Gitasav kemudian menjelaskan jika dirinya telah banyak belajar dari orang-orang disekitarnya bahwa memiliki anak itu bukanlah perkara mudah.
"Gue udah hidup di dunia ini selama 26 tahun. Ada banyak banget yang gue denger, yang gue lihat, dan yang gue alami, yang membuat gue belajar satu hal: punya anak itu susah banget. Karena ternyata anak itu bukan sekedar rezeki lo dapet uang kaget dari Helmi Yahya, tapi tanggung jawab," tulis Gitasav.
Kemudian, Gitasav menyoroti kesiapan finansial bagi sepasang kekasih yang telah menikah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di seribu hari pertama sang anak.
Baca Juga: Sebelum Putuskan Childfree, Gitasav Akui Pernah Ingin Punya 2 Anak, Berikut Pengakuan Lengkapnya!
"Pertama soal finansial. Anak butuh dikasih gizi yang cukup, lebih malah. Nutrisinya harus terpenuhi apalagi di 1000 hari pertama dia di dalam janin. Karena kalo nggak, itu anak nanti bakal stunting," Tulisnya lagi.
Youtuber asal Palembang itu juga menyampaikan jika stunting itu bukan hanya berpengaruh pada fisik anak, akan tetapi juga berpengaruh pada kognitif anak.
"Stunting bukan cuma berefek ke pertumbuhan anak yang badannya lebih pendek dari rata-rata, tapi ke perkembangan kognitifnya juga," ucap Gitasav.
Selain itu, Gitasav juga menyoroti soal pendidikan akademik anak dimasa depan.
Setiap orang tua pasti menginginkan sang anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
"Kedua, soal pendidikan akademik. Ini masih berhubungan dengan perkara finansial. Lo mau menyekolahkan anak lo di tempat yang menurut lo terjamin kualitasnya. Biasanya sekolah yang bagus, maka bagus pula SPP-nya," tulis Youtuber berusia 30 tahun itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan