SuaraSoreang.id – Christalino David Ozora atau kerap disapa David merupakan korban dari penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio, anak dari salah seorang pejabat Ditjen Pajak, yakni Rafael Alun Trisambodo (RTA).
Diketahui bahwa David merupakan anak dari salah satu pengurus GP Ansor, yakni Jonathan Latumahina.
Baru-baru ini beredar video yang menunjukan bahwa David adalah seorang mualaf sejak 3 tahun silam. Dalam video tersebut menunjukan sosok anak laki-laki yang diduga David sedang membacakan 2 kalimat syahadat, dan dibimbing dalam pengucapannya oleh seseorang.
Video itu pun ramai diperbincangkan oleh warganet, termasuk Menteri Agama RI yakni Yaqut Cholil Qoumas, yang sekaligus merupakan Ketua Umum PP GP Ansor.
Dalam unggahan di akun Instagram milik Yaqut @gusyaqut, ia menunjukan sikap prihatin terhadap David dengan membagikan foto dirinya sedang memegang kepala David yang tak sadarkan diri, dilihat pada Sabtu (24/2/2023).
“Anak kader (GP Ansor), anakku juga. Catat ini!,” ujar Yaqut dalam postingannya itu.
Pada unggahan lainnya, Yaqut membagikan video yang menunjukan David sedang melakukan syahadat di depan seseorang yang membimbing dirinya untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Yaqut dalam caption unggahan video tersebut mengatakan bahwa David sudah menjadi mualaf sejak 3 tahun silam, menyusul bapaknya yang sudah terlebih dahulu menjadi mualaf juga.
“Ini David 3 tahun yang lalu saat datang sendiri minta disyahadatkan di daerah Muntilan Magelang. Menyusul bapaknya yang terlebih dahulu bersyahadat,” kaya Yaqut.
Baca Juga: IU Bagikan Tips Mendekati Seseorang: Tidak Merayu pada Pertemuan Pertama
Lalu Menteri Agama tersebut meminta kepada khalayak umum untuk mendoakan kesembuhan dari David, dan mengutuk perilaku tersangka yang telah melakukan penganiayaan kepada David.
“Mohon doa kesembuhan atas musibah yang menimpanya (David) karena kebiadaban mereka yang mengaku manusia. Allah karim,” punglas Yaqut. (*/JakaNoerFajar)
Sumber: Instagram/ gusyaqut
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026