SuaraSoreang.id - David Ozora (17) menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh anak mantan pejabat pajak, Mario Dandy (20). Buntut dari aksi kejamnya, kini Mario Dandy menjadi tersangka dan David masih dirawat di rumah sakit.
Beredar tangkapan layar chat Whatsapp antara AGH dan David di hari kejadian. Dari situ diketahui bahwa alasan AGH (beserta Mardio dan S) bisa bertemu dengan David adalah untuk kepentingan mengembalikan kartu pelajar.
“Kalau chat Whatsapp justru nanti itu akan menjadi domain, ketika itu jadi barang bukti ya, pasti pihak penyidik mengambil fakta-fakta yang dianggap penting,” kata Ketua LBH Ansor, Abdul Qodir, dalam wawancara di acara Mata Najwa, yang diunggah kanal Youtube Najwa Shihab pada Jumat (3/3/2023).
Dari tangkapan layar chat Whatsapp tersebut, terlihat David enggan bertemu langsung dengan AGH. David beberapa kali mengusulkan untuk menggunakan jasa pengiriman online saja.
“Nah di situ kan justru kemudian menunjukan kepada kita semua, bahwa korban (David) sebenarnya dalam konteks pengembalian kartu pelajar, menginginkan supaya itu dikirimkan saja melalui paket, melalui jasa pengiriman,” kata Abdul Qodir.
Tetapi dengan segala upaya, Mario Dandy terus meminta AGH membujuk David agar mau menemui mereka. Padahal berdasarkan tangkap layar chat Whatsapp yang beredar, setidaknya dua kali David meminta menggunakan jasa ojek online saja.
“Namun kemudian ada upaya, saya bisa bilang ancaman juga tipu muslihat, sehingga anak (korban) terpaksa harus menemui sebagaimana kita ketahui ada dua orang dewasa dan satu anak yang datang ke lokasi korban pada saat itu,” paparnya.
Berawal dari pertemuan yang sudah dihindari David inilah, yang menyebabkan anak dari Jonathan Latumahina ini tak sadarkan diri hingga kini.* (Mey)
Sumber: Youtube Mata Najwa
Baca Juga: Terendus Tabiat David kepada AGH? Kuasa Hukum: Kami Tidak Menemukan...
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial