SuaraSoreang.id - Bisnis pakaian bekas memang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, bisnis ini dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap ekonomi lokal.
Impor pakaian bekas dari negara maju ke negara berkembang sebenarnya memang terlihat seperti alternatif yang murah dan berkelanjutan untuk membeli pakaian baru.
Namun, hal ini dapat mengancam perkembangan industri dalam negeri, terutama dalam hal produksi pakaian dan kreativitas desain.
Usai menghadiri acara peresmian pembukaan “Business Matching”, Presiden Jokowi menyampaikan aktvitas impor pakaian bekas sangat mengancam perkembangan industri lokal.
“Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari-dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri,” ujar Presiden Jokowi, dikutip dari Instagram @jktinfo, (16/3/2023).
Beliau juga kembali menegaskan betapa mengganggunya impor pakaian bekas bagi industri dalam negeri.
"Sangat mengganggu, yang namanya impor pakaian bekas mengganggu, sangat mengganggu industri dalam negeri kita,” jelas Jokowi.
Tentang impor barang bekas juga sudah diatur Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan no 18 tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 tahun 2022 tentan perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan no 18 tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.
Meskipun demikian, netizen merespons dengan berbagai pendapat yang beragam terkait pernyataan presiden.
Baca Juga: Pergi dari Rumah Mewah Iis Dahlia, Devano Danendra Pilih Tinggal di Kontrakan
“Yang mengganggu tuh yg pada korupsi. Klo pakaian bekas masing2 ada marketnya,” komen akun xxx
“Nanem di Cianjur, panennya di Thailand. Urusin dulu aja itu,” tulis akun xxx
“Inilah kapitalis sesungguhnya. Yang di atas berbisnis terus, kaum bawah digencet terus,” ucap akun xxx.(*)
Sumber: Instagram @jktinfo
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana