SuaraSoreang.id – Pebulutangkis tunggal putra, Syabda Perkasa Belawa dikabarkan meninggal dunia. Syabda meninggal dunia dalam perjalanan di tol pemalang jawa tengah pada senin (20/323) dini hari.
Syabda meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan pulang ke Sragen untuk ziarah neneknya yang meninggal dunia.
Nama lengkap, Syabda Belawa Perkasa yang lahir di Jakarta pada 25 Agustus 2001. Sektor permainan tunggal putra, tangan dominannya kanan, ia bergabung dengan grup PB Djarum.
Berikut beberapa prestasi yang pernah diraihnya:
- Juara superliga junior 2018 beregu putra
- Juara pembangunan jaya cup 2018 beregu campuran
- Juara Djarum Sinar Bali open 2018 tunggal taruna putra
- Jura Jakarta International series 2019 tunggal putra
- Juara BWF World mixed team championship piala Suhandinata 2018
Baca Juga: Jokowi soal Kriteria Menpora Baru Pengganti Zainudin Amali: Muda!
- Peraih medali perak PON XX Papua 2021 beregu putra
Syabda Perkasa Belawa, menjadi pemain tunggal putra Indonesia yang bergabung dengan skuad Thomas Cup.
Saat itu Indonesia finis sebagai runner-up setelah kalah dari India dengan skor 0-3, ia menjadi penentu juara Thomas Cup 2022.
Syabda menjadi pahlawan Indonesia saat menjuarai Thomas Cup 2022, pada partai puncak.
Ia menjadi pahlawan Indonesia di laga kelima melawan Korea Selatan di Grup A Piala Thomas 2022.
Syabda Perkasa Belawa berhasil menumbangkan wakil Korea Selatan Lee Yun-gyu dengan skor 21-14, 11-21 dan 21-16 pada Mei 2022 lalu.
Berkat kemenangan Syabda, Indonesia menjuarai Thomas Cup setelah menumbangkan Korea Selatan dengan hasil akhir 3-1.
Selamat jalan Syabda Perkasa Belawa, sang pahlawan Thomas Cup 2022. Prestasi dan juga jasa-jasa anda akan selalu dikenang perkembangan bulu tangkis Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia.(*/Mella Azizah)
Sumber: Youtube/Parlusil
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru