Suarasoreang.id – Bali kembali menjadi sorotan warga Indonesia karena banyaknya beredar video kegaduhan antara turis asing serta turis lokal dengan masyarakat asli Bali.
Usai viralnya bule yang diberhentikan polisi karena tidak memakai helm di jalanan bali, kali ini ada seorang turis asing yang menantang pecalang karena menghalangi dirinya ketika hendak melintas.
Bukan tanpa alasan, pecalang itu memberhentikan turis asing dikarenakan pada jalan yang hendak dilalui turis asing tersebut sedang diadakan sebuah upacara adat informasi ini dikutip dari akun Tiktok Jam Tujuh Malam pada Jumat (24/3/2023).
Hal ini membuat netizen heran karena semakin hari semakin banyak turis yang sombong dan tidak menghormati masyarakat dan adat sekitar bali.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan dan pada saat itu acara adat yang sedang dilakukan adalah upacara Melasti.
Pada saat kejadian, pecalang menghimbau seorang turis yang mengendarai motor itu untuk melambankan sepeda motornya.
Namun himbauan itu ditanggapi dengan agresif oleh turis asing tersebut sampai dirinya turun dari motor, membentak pecalang tersebut hingga mengajak duel.
Perlu diketahui pecalang adalah sebutan untuk polisi adat di Bali.
“Apa yang terjadi dalam video hanyalah salah paham antara turis asing tersebut dengan pecalang,” kata Bendesa Desa Adat Pecatu menanggapi video yang beredar.
Baca Juga: Nikahi Cesen Eks JKT48 Sejak Februari 2022, Marshel Widianto: Memang Sudah Disetting dari Awal
Sang turis asing menganggap bahwa para pecalang menginginkan dia untuk memberhentikan dirinya padahal maksud pecalang hanyala untuk melambatkan laju sepeda motornya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau