SuaraSoreang.id - Efek dari dilaporkannya tiktoker Awbimax ke Polda Lampung berujung ajukan protection visa di Australia.
Diketahui bahwa sekarang Bima sedang menetap di Australia karena menempuh pendidikan kuliah.
Alih-alih dilaporkan karena tuduhan megeluarkan kata hinaan, Bima merasa dipersekusi dan langsung mengajukan protection visa di Australia, hal tersebut guna melindungi kewarganegaaraannya.
Dilansir dari unggahan sosial media miliknya, Bima menjelaskan maksud dan fungsi dari protection visa tersebut.
1. Protection visa merupakan visa refugee, apply asylum, jika seseorang memiliki masalah seperti ras, agama, opini politik, seseorang tersebut bisa melakukan pengecekan di home affair protection visa subclass 866.
2. Apply protection visa tidak langsung akan granted, seseorang harus memiliki bukti bahwa ia sedang mengalami kasus yang mengancam keselamatan.
3. Pengajuan protection visa tidak langsung granted, karena ada teknikal lawyer, prepare dan konsultasi terkait permasalahan yang sedang dihadapi.
Protection visa merupakan syarat yang memungkinkan warga negara asing untuk tinggal dan menetap secara permanen dan sementara di Australia, visa bagian ini juga memberikan kesempatan dan peluang kepada warga negara asing untuk belajar dan mendapatkan layanan kesehatan layaknya warga negara Australia.
Bima menjelaskan bahwa ia belum mengajukan protection visa karena masih memikirkan dan menimbang hal tersebut.
Dan rumor yang beredar, disebutkan bahwa Bima mendapatkan protection visa adalah hoax, hingga saat ini ia mengaku belum apply protection visa tersebut.
Sumber: Tiktok @Awbimaxreborn
Berita Terkait
-
Pilu! TikToker Awbimax Nangis Orangtua Diancam Usai Kontennya Kritik Provinsi Lampung Viral
-
Heboh dan Dilaporkan karena Kritik Daerah Lampung, Tiktoker Awbimax: Gua nyantai di Aussie, Kena Loh!
-
Sebut Lampung Dajjal, Tiktoker Awbimax Dilaporkan Tim Hukum Gubernur Lampung, Netizen: Kelihatan Buzzer!
-
Apa Itu Protection Visa? Bakal Diajukan TikToker Usai Dilaporkan Gara-gara Kritik Lampung
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Viral Rayap Besi Terciduk di Terowongan Pelita Batam, Hancurkan Penutup Parit
-
Honor X5c Plus Baru Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan yang Siap Temani Aktivitas Tanpa Takut Lowbat
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea