SUARA SOREANG - Pedangsut Dewi Perssik mengungkap nasib sapi kurban miliknya yang telah memicu kesalahpahaman dan 'drama' di media.
Menurut Dewi, sapi dengan berat 1,5 ton tersebut akhirnya dipotong di tempat lain dan akan dibagikan kepada orang-orang.
Hal ini diungkapkan oleh Dewi Perssik dan juga dikonfirmasi oleh keponakannya, Rosa Meldianti.
"Ada, udah dipotong, tinggal kita bagi-bagi," kata Dewi Perssik dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (1/7/2023).
"Sudah dipotong-potong, sudah siap tinggal bagiin," tambah Rosa Meldianti.
Dewi Perssik mengakui bahwa ini bukan kali pertama dia berkurban di wilayah tempat tinggalnya.
Namun, tahun ini terjadi kesalahpahaman antara ustaz dan ketua RT saat menerima hewan kurban.
Ustaz tersebut telah bekerjasama dengan Dewi Perssik selama beberapa tahun untuk membagikan daging dan sembako kepada warga sekitar.
Namun, kali ini sapi yang diterima berasal dari seseorang di Brebes, bukan dari ustaz tersebut.
Baca Juga: Nyaris Satu Skuad Penuh, Berikut Deretan Pemain Chelsea yang Sudah Terjual
Persoalan sapi ini menjadi heboh setelah Dewi menjawab pertanyaan netizen saat sedang melakukan siaran langsung di Instagram.
Dewi dan ketua RT telah dimediasi namun mediasi tersebut gagal.
Dewi menjelaskan bahwa dia memilih untuk menyembelih sapi di tempat lain karena tidak ada orang di rumahnya, dan dia berniat untuk tetap membagikan dagingnya kepada warga sekitar.
Keputusan tersebut diambil agar tidak merepotkan panitia di masjid.
Dalam hal ini, ketua RT membenarkan bahwa dia menolak membantu memindahkan sapi milik Dewi Perssik.
Namun, dia membantah meminta uang sebesar Rp 100 juta seperti yang disebutkan oleh Dewi Perssik dalam siaran langsung di Instagram.
Malkan, ketua RT, menyatakan bahwa dia tidak kecewa, tetapi merasa agak tersinggung.
Dia mengatakan bahwa sapi sudah diserahkan dan tiba-tiba diambil kembali.
Meskipun demikian, dia menolak untuk membantu dan mengangkat sendiri sapi tersebut tanpa meminta uang sepeser pun. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Musisi Indonesia hingga Mancanegara Bakal Manggung di Axean Festival 2026, Intip Line Up-nya!
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
Maaf Saja Tidak Cukup: PLN dan Tagihan Gelap yang Ditanggung Rakyat Jawa
-
John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Cuma Cari Validasi di Media Sosial?
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM