SUARA SOREANG - Keberadaan haters di media sosial bukanlah hal baru. Salah satu yang kerap jadi sasaran haters adalah para artis.
Dewi Perssik menjadi salah satu artis yang kerap kena julid haters.
Terbaru, Dewi Perssik dibuat serba salah saat dirinya melakukan live di Instagram.
Saat itu, Dewi membahas dirinya yang enggan polisikan haters karena selain dirinya yang kemudian memberi mereka 'sanguan', kondisi ekonomi haters tersebut juga memprihatinkan, menurut Depe.
Namun unggahan Dewi Perssik tersebut kemudian mendapat respon dari sejumlah warganet yang menuding perkataan Depe soal rumah haters mirip kandang sapi adalah penghinaaan.
Ada beberapa alasan mengapa haters memilih untuk menghina artis, dilansir dari berbagai sumber:
Kecemburuan dan kebencian
Melansir psychology today, selebriti sering kali memiliki ketenaran, kekayaan, dan kesuksesan yang dapat menimbulkan perasaan cemburu dan dendam pada orang lain.
Haters merasa dapat menghina selebriti untuk mengatasi perasaan tidak mampu mereka sendiri atau untuk menjatuhkan ke tingkat yang lebih rendah.
Anonimitas dan jarak
Anonimitas yang ditawarkan oleh internet memungkinkan haters untuk mengekspresikan opini negatif mereka tanpa menghadapi konsekuensi langsung.
Baca Juga: 8 Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan, Nomor 5 Paling Sering Dilanggar
Haters mungkin merasa berani untuk menghina selebriti dari kejauhan, karena percaya bahwa kata-kata mereka tidak akan berdampak signifikan, menurut Nordic News.
Keinginan untuk mendapatkan perhatian
Menurut laman Seventeen, beberapa orang mencari perhatian dan validasi dengan memancing reaksi dari selebriti.
Menghina atau mengkritik artis dapat menarik perhatian orang lain, baik melalui interaksi media sosial atau liputan media.
Perasaan berkuasa dan kontrol
Menghina selebriti dapat memberikan para pembenci rasa berkuasa dan kendali atas seseorang yang mereka anggap tak tersentuh atau tak terjangkau.
Hal ini memungkinkan mereka untuk menegaskan pendapat dan keyakinan mereka sendiri, meskipun itu negatif atau menyakitkan, menurut laman The Cut.
Faktor budaya dan sosial
Mengutip laman ABC, masyarakat sering kali menempatkan selebriti di atas segalanya, menjadikan mereka sasaran empuk untuk dikritik dan diawasi.
Berita Terkait
-
Duh Jadi Melebar ke Mana-Mana Gegara Gaji Pilot, Dewi Perssik Sebut Lolly Siap Jadi PSK Ikuti Jejak Nikita Mirzani
-
Dewi Perssik Ngamuk Sejadi-jadinya sampai Singgung Antonio Dedola, Gegara Nikita Mirzani Bahas Gaji Pilot
-
Kata Nikita Mirzani Gaji Pilot Dalam Negeri Tak Mencapai Rp200 Juta, Dewi Perssik Beri Balasan Menohok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat
-
Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak
-
Cinta Habis di Orang Lama: Romansa Pahit ala The Girl Called Feeling
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?