Suara.com - Petinju ternama Indonesia, Daud Yordan diingatkan agar tidak lengah saat bertarung melawan Pavel Malikov, 22 April mendatang. Terlebih, pertarungan ini digelar di negara Malikov, tepatnya di DIVS, Ekaterinburg, Rusia.
Di atas kertas, tentu Malikov lebih diunggulkan karena bermain di depan publiknya sendiri. Situasi tersebut juga dipastikan akan meningkatkan kepercayaan diri Malikov.
Untuk itu, Daud Yordan pun diharapkan tidak sembarangan dalam melancarkan serangan. Harapan ini disampaikan mantan petinju nasional yang juga kakak kandungnya, Damianus Yordan.
"Mungkin yang saya lebih tekankan kepada dia, karena pengalaman Daud juga sudah cukup banyak, agar jangan sembarangan menyerang," kata Dami saat dihubungi Suara.com, Senin (16/4/2018).
"Contohnya Floyd (Mayweather Jr). Dulu waktu masih umur 20-30 tahun, dia banyak mendaratkan pukulan ke lawan. Lalu, seiring pertambahan usia, dia tidak terlalu mengumbar pukulan. Apalagi Daud bertanding di negara lawan," jelas Dami.
Lebih lanjut, Dami yang pernah melatih Daud Yordan bertahun-tahun, tidak ingin berpikir terlalu jauh terkait kemungkinan sang adik bisa memukul KO Malikov.
Menurutnya, kemenangan KO bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan. Tapi, lebih karena adanya kesempatan mendaratkan pukulan yang 'mematikan'.
Baca Juga: Hadapi Malikov, Daud Yordan Diminta Waspadai 3 Hal Ini
"Saya tetap optimis Daud menang, walau tidak menang KO. Karena menang KO bukan sesuatu yang bisa direncanakan. Tapi, kecepatan dan kekuatan Daud Yordan saya lihat masih kuat--walau usianya sudah 31 tahun," pungkas Dami.
Daud Yordan rencananya akan bertolak dari Tanah Air menuju Rusia pada, Rabu (18/4/2018) pagi. Selain bertajuk "WBA World Eliminator", duel ini juga akan memperebutkan sabuk tinju WBO International dan WBC Asia.
Berita Terkait
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Perjalanan Hidup Pangeran Tinju di Atas Ring dalam Film Giant
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026