Suara.com - Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky mengaku puas dengan penampilan yang dipertunjukkan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.
Menurutnya, anak asuhnya itu telah berkembang pesat meski belum genap setahun dipasangkan.
"Cukup cepat juga progres mereka. Saya bentuk polanya dalam setahun (kurang) dan sudah mulai melekat di mereka," kata Richard Mainaky dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (18/7/2018).
Baca Juga: 7 Bidadari Iringi Pengambilan Api Abadi Asian Games di Mrapen
"Sampai saat ini mereka cukup konsisten dan paham dengan pola yang saya berikan," sanjung Richard.
Sebelum berpasangan dengan Gloria, Hafiz bertandem dengan Edi Subaktiar di sektor ganda putra. Namun karena Edi mengalami cedera, Richard memutuskan memasangkan Hafiz dengan Gloria.
Menurut Richard, keputusannya 'mengawinkan' Hafiz dan Gloria perlahan-lahan membuahkan hasil. Perkembangan keduanya, khususnya Hafiz dinilai sangat memuaskan.
"Saya agak sedikit lega melihat perkembangan Hafiz/Gloria. Saya sudah melihat peningkatan mereka dari Malaysia Open 2018," tutur Richard.
"Khususnya Hafiz, saya puas setelah saya rekrut dari ganda putra, dengan kerja kerasnya menjalani program saya, sekarang mulai berbuah manis," imbuh pelatih berusia 53 tahun.
Sejak dipasangkan pada Oktober 2017, Hafiz/Gloria akhirnya berhasil merengkuh gelar pertamanya di Thailand Open 2018.
Baca Juga: Alan Budikusuma Sebut Dion Wiyoko Cocok Perankan Dirinya
Pasangan ranking sembilan dunia ini pun diharapkan terus memperbaiki kekurangan penampilan mereka agar bisa sejajar dengan seniornya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Sebab, sebagai salah satu rising star di sektor ganda campuran, Hafiz/Gloria dipercaya akan menjadi tumpuan Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo.
Tag
Berita Terkait
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II
-
PSSI Hubungi KOI usai Muncul Kabar Timnas Indonesia Dicoret dari Asian Games 2026
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Kemitraan Lanjut di 2026, Mental Juara Sean Gelael Meningkat
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
-
Jorge Martin Pulih dari Cedera, Siap Ikuti Tes MotoGP di Buriram
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Anthony Garbelotto Bongkar Kunci Kestaria Bengawan Solo Jungkalkan Dewa United
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis