Suara.com - Peraih emas Asian Games 2018 dari cabang olahraga panjat tebing asal Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rindi Sufriyanto, diangkat menjadi karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Probolinggo.
Wali kota Probolinggo Rukmini secara resmi mengundang Rindi yang didampingi pelatihnya di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, di rumah dinas Wali Kota Probolinggo, Sabtu (1/9/2018).
"Saya menyerahkan SK pengangkatan Rindi sebagai karyawan PDAM dan dengan surat keputusan itu, Rindi sudah bisa bekerja di PDAM mulai September 2018," kata Rukmini.
Baca Juga: Timnas Takraw Kalahkan Jepang, Indonesia Rebut Emas ke-31
Ia mengatakan, ada tawaran dari kementerian agar Rindi bisa menjadi CPNS dan SK pengangkatan sebagai karyawan PDAM tersebut dibuat agar ada ikatan antara Rindi dengan Kota Probolinggo.
"Nanti terserah Rindi mau pilih yang mana. Saya berpesan, Rindi semangatnya jangan sampai luntur, tetep sukses," tuturnya.
Direktur PDAM sekaligus Ketua KONI Kota Probolinggo Siswadi menyatakan dengan adanya SK pengangkatan sebagai karyawan PDAM, maka pemerintah kota akan terus mengawal hingga Rindi bisa menjadi CPNS.
"SK itu merupakan bentuk apresiasi Pemkot Probolinggo kepada Rindi atas prestasi yang diraih nya. Pemkot dan KONI nanti akan terus mengawal Rindi, sehingga kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait masa depan Rindi," katanya.
Selama di rumah dinas, Rindi tidak bisa menutupi rasa bangganya atas undangan dari Wali Kota Rukmini. Pemuda kelahiran 15 Mei 1991 itu mengucapkan terima kasih pada wali kota dan seluruh jajaran, serta masyarakat Kota Probolinggo atas segala dukungan dan doa yang telah diberikan untuknya.
"Saya mulai menekuni panjat tebing sejak tahun 2007 bersama mas Iwan yang melatih hingga saya akhirnya bisa masuk di Puslatda hingga PON 2016. Saya dipanggil di Pelatnas pada April 2017. Selama satu setengah tahun saya berlatih hingga akhirnya berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018," kata Rindi.
Pelatih Rindi, Iwan Rosyidi mengatakan salah satu kelebihan Rindi adalah semangatnya yang sangat tinggi. Karena secara postur, Rindi memang tidak seperti atlet panjat tebing pada umumnya.
"Rindi memiliki semangat yang luar biasa untuk terus berlatih dan latihan macam apa pun pasti mampu dia jalani," katanya.
Baca Juga: Asian Games Sukses, Jokowi Bidik Tuan Rumah Olimpiade 2032
Rindi akan bertolak ke Jakarta pada Sabtu sore untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rindi Sufriyanto meraih medali emas Asian Games 2018 dari nomor speed relay putra bersama ketiga rekannya, Abu Dzar Yulianto, Muhammad Hinayah, dan Veddriq Leonardo. [Antara]
Berita Terkait
-
Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Momen Hangat Presiden Prabowo Sambut SBY hingga Jokowi di Istana Negara
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar