Suara.com - Indonesia kembali menambah tiga keping medali Asian Para Games 2018 melalui cabang olahraga para atletik pada, Selasa (9/10/2018). Tiga medali disumbangkan Felipus Kolymau, Endi Nurdin Tine dan Elvin Elhudia Sesa.
Felipus dan Endi yang turun di nomor 400 meter T20 putra meraih medali perak dan perunggu dalam perlombaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Catatan waktu mereka kalah dari atlet Malaysia, Nasharudin yang meraih medali emas dengan catatan waktu 49,32 detik.
Felipus meraih medali perak dengan catatan waktu 50,28 detik. Sementara Tine meraih medali perunggu dengan catatan waktu 50,62 detik.
Filepus menyebut hasil yang diraihnya cukup baik namun tidak memuaskan. Pasalnya, catatan waktunya gagal melampaui rekor pribadi saat turun di ASEAN Para Games 2015 Singapura.
Saat itu, Felipus memecahkan rekor Asia dengan catatan waktu 49,57 detik yang juga mengantarkannya meraih medali emas di nomor 400 meter T20 putra.
"Saya minta maaf untuk masyarakat Indonesia dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, belum bisa memberikan yang terbaik, terutama buat istri saya," kata Felipus usai perlombaan.
"Target saya ingin berikan yang terbaik, soalnya rekor (Asia) kemarin kan saya yang memegang," imbuhnya.
Sementara, Elvin Elhudia Sesa berhasil meraih medali perunggu dari nomor 400 meter T20 putri dengan catatan waktu 1 menit 1,37 detik.
Baca Juga: Kisah Atlet Paralayang Selamat dari Tsunami dan Gempa Palu
Dirinya kalah dari atlet Malaysia Noor Lasah Siti dan atlet Jepang, Toyama Aimi. Noor berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 58,69 detik.
Sementara Toyama meraih perak Asian Para Games 2018 dengan catatan waktu 1 menit 0,78 detik.
Berita Terkait
-
Atletik Indonesia: Zohri dan Odekta Awali Musim di Kejuaraan Asia Indoor 2026
-
ASEAN Para Games 2025: Para Atletik Indonesia Tak Terbebani Target 25 Emas
-
2.188 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik di Kudus, Jadi Wadah PB PASI Dorong Regenerasi
-
Dua Pelari Muda Indonesia Pecah Podium di 200 Meter Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025
-
Kejuaraan Atletik Asia Tenggara, Sumut Catatkan Rekor Baru
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati