Sport / raket
RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Pebulutangkis nasional, Liliyana Natsir (kanan), merayakan ulang tahun sang mama, Olly Maramis (tengah), bersama ayahnya, Beno Natsir, di sela pemberian bonus juara Indonesia Open dari Djarum Foundation di Plaza Senayan, Jakarta (13/7/2018). [Humas PBSI].

Suara.com - Kiprah Liliyana Natsir dalam dunia perbulutangkisan Indonesia maupun dunia akan segera usai. Pebulutangkis yang menggapai prestasi tertinggi bersama Tontowi Ahmad di sektor ganda campuran ini akan gantung raket awal tahun depan.

Menekuni bulutangkis sejak usia belia yakni sembilan tahun, atlet yang akrab disapa Butet itu sudah berpikir untuk meninggalkan dunia yang dicintainya pada 2016.

Saat itu, Butet bisa dibilang telah meraih prestasi tertinggi sebagai seorang atlet. Bersama Tontowi Ahmad, dirinya sukses merengkuh medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

Menurut Liliyana, selepas Olimpiade merupakan waktu yang tepat untuk mengakhiri karir, mengingat usainya saat itu sudah 31 tahun. Namun, gelaran Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah, membuat niatnya luntur sesaat.

Baca Juga: Black Box Lion Air JT 610 Diserahkan ke KNKT

"Setelah meraih medali emas Olimpiade 2016 saya sebetulnya sudah memutuskan pensiun, ada limit ke diri sendiri. Tapi dilobi, tunggu sampai Asian Games 2018. Okelah, walau berat di umur saya sekarang," kenang Liliyana Natsir.

Liliyana Natsir (kanan) saat masih berpasangan dengan Nova Widianto. [AFP/Noah Seelam]

Laman berikutnya, adalah kesuksesan Cik Butet, begitu ia akrab disapa, bersama Tontowi Ahmad.