Sport / Arena
Minggu, 11 November 2018 | 19:40 WIB
Petinju Indonesia, Daud Yordan (kanan) saat berlatih bersama sang kakak, Damianus Yordan, di WSBC Boxing Club, Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (11/4). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kakak kandung Daud Yordan, Damianus Yordan ikut angkat bicara terkait kegagalan sang adik memenangi duel menghadapi petinju tuan rumah, Anthony Crolla di Manchester Arena, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB.

Seperti diketahui, Daud Yordan kalah dari Anthony Crolla secara unanimous atau penilaian mutlak pada duel bertajuk "Final Eliminator WBA Lighweight Championship" yang berlangsung selama 12 ronde.

Menurut Damianus, permainan aman atau bertahan yang diterapkan Anthony Crolla membuat agresifitas Daud tertekan. Pukulan-pukulan cepat nan keras khas petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat itu tak terlihat.

Daud yang memang sejak awal menargetkan menang K.O pada akhirnya gagal menuntaskan ambisi. Wasit memutuskan petinju tuan rumah menjadi kampiun sekaligus yang sekaligus membuka peluang bagi Crolla menantang juara dunia tinju kelas ringan WBA (Super), Vasyl Lomachenko.

"Sebenarnya saya lihat Crolla itu tidak terlalu istimewa. Tapi ya memang, tipikal bertarung Crolla seperti itu (main aman) mampu mengantarkannya menjadi juara dunia sebelumnya," ujar Damianus Jordan saat dihubungi Suara.com, Minggu (11/11/2018).

Damianus yang merupakan mantan petinju nasional menyebut, sang adik gagal menemukan jalan keluar dari permainan monoton yang ditampilkan Crolla. Secara kualitas, Dami --sapaan akrab Damianus-- mengaku Daud Yordan tak sedikit pun kalah dari Crolla.

"Daud sebenarnya sempat ngambil beberapa momen seperti rentetan pukulan ke bawah yang membuat Anthony Crolla tertunduk, menutupi rusuknya. Namun Crolla mampu mengantisipasi hal itu. Jadi intensitas kesitu (mendapatkan pukulan-pukulan telak) sulit didapatkan," ujar Damianus.

"Bisa dibilang ini adalah strategi Crolla, dia tahu Daud mukulnya banyak dia nutup dan merangkul. Dia yang penting nggak KO aja, pasti menang (angka)."

Kekalahan atas Anthony Crolla membuat Daud Yordan harus mengubur mimpinya meraih gelar juara dunia tinju kelas ringan WBA (Super). Petinju 31 tahun itu meski mencari kesempatan dan momen lain untuk bisa kembali menantang salah satu pemegang gelar juara dunia.

Baca Juga: Tekuk Ganda Tuan Rumah, Kevin / Marcus Juara Fuzhou Cina Open

Menanggapi hal itu, Damianus yang juga menjadi mentor Daud Yordan, menolak kehilangan harapan. Dirinya masih yakin Daud bisa mendapatkan prestasi-prestasi lain di masa depan.

"Kami dorong Daud Yordan untuk tetap tanding lagi setelah ini. Dia masih bisa main hingga 4 tahun kedepan sekaligus mencari opsi-opsi lain," tukasnya.

Load More