Suara.com - Catatan kemenangan beruntun Daud Yordan terhenti. Hal ini setelah petinju kenamaan Indonesia ini kalah angka mutlak dari Anthony Crolla di Manchester Arena, Inggris, Sabtu (10/11/2018) atau Minggu dini hari WIB.
Dalam duel bertajuk "Final Elimination WBA Lightweight Championship" itu, ketiga juri sama-sama memberikan nilai 116-112 untuk kemenangan Crolla.
"Angka yang saya raih 112 sedangkan lawan adalah 116. Artinya saya kalah empat ronde dari dia (Anthony Crolla)," kata Daud Yordan, dilansir dari Antara, Senin (12/11/2018).
Hasil ini membuat rekor tanding Daud Yordan kini menjadi 38 kali menang (26 diantaranya menang KO), empat kali kalah dan satu no contest.
Sebelumnya, Daud Yordan tak terkalahkan dalam delapan pertarungan berturut-turut.
Terakhir kali petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat itu kalah, sebelum melawan Crolla, dari Simpiwe Vetyeka (Afrika Selatan).
Saat itu, Daud Yordan kalah TKO ronde 12 dalam duel yang berlangsung di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, 14 April 2013.
Dua kekalahan Daud Yordan lainnya, yakni dari Chris John (Indonesia) pada 17 April 2011 dan Celestino Caballero (Panama), 10 April 2010.
Sementara itu, Daud mengatakan dirinya belum memikirkan langkah ke depan. Saat ini dia ingin istirahat terlebih dahulu.
Baca Juga: Kalah Angka dari Anthony Crolla, Daud Yordan Beberkan Penyebabnya
"Saya baru pulang ke Indonesia pada, Rabu (14/11/2018). Saya ingin istirahat dulu sebelum membicarakan yang lainnya," pungkas Daud Yordan.
Berita Terkait
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Perjalanan Hidup Pangeran Tinju di Atas Ring dalam Film Giant
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko