Suara.com - Mantan bos Formula 1 (F1), Bernie Ecclestone meyakini Ferrari tidak sepenuhnya memberikan dukungan pada Sebastian Vettel dalam gelaran F1 2018.
Akibatnya, Vettel yang tampil impresif di dua seri awal, lagi-lagi harus gagal bersaing dengan pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, dalam perebutan gelar juara dunia F1 2018.
"Lewis layak jadi juara dunia. Sedangkan Sebastian tak layak jadi runner-up. Lewis luar biasa, tapi juga mendapat dukungan total dari timnya. Tak demikian halnya dengan Sebastian," tutur Ecclestone, dikutip dari Grand Prix 247, Selasa (4/12/2018).
"Menurut saya, Ferrari kembali ke kebiasaan lama mereka pasca meninggalnya Sergio Marchionne. Mereka tak memiliki pemimpin yang kuat, lebih banyak kekacauan daripada tindakan konstruktif."
"Tiba-tiba ada kesalahan aneh dalam strategi. Dan dari sudut pandang orang luar ada kesan bahwa Ferrari lebih banyak mendukung Kimi Raikkonen dibanding Vettel."
"Seandainya Ferrari total mendukung Vettel, seperti yang dilakukan Mercedes terhadap Lewis, Vettel bisa menjadi juara dunia."
"Sebuah tim harus mendukung pebalap yang punya kans lebih besar tanpa kompromi. Itulah tepatnya yang dilakukan Mercedes. Tapi sayangnya tidak dilakukan oleh Ferrari," pungkas Ecclestone.
Berita Terkait
-
Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Mimpi Buruk di Shanghai, Ini Alasan McLaren Tak Bisa Ikut GP China 2026
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati