Suara.com - Harapan besar disematkan Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Piengadi, di tahun baru 2019. Dalam resolusinya di tahun depan, Herry ingin Indonesia bisa menguasai peta persaingan di sektor ganda putra dunia.
Herry mengaku terinspirasi oleh prestasi ganda putri Jepang yang tahun ini sukses merajai sektor ganda putri dunia.
Tercatat, Jepang berhasil menempatkan lima pasang ganda putri mereka di 10 Besar ranking BWF. Tiga diantaranya bahkan menempati posisi teratas.
Untuk sektor ganda putra dunia sendiri, saat ini memang masih dikuasai pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Keduanya masih nyaman berada di ranking satu dunia dengan hasil sembilan kali juara.
Di bawah Kevin/Marcus, terdapat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juga masuk Top 10 Ranking BWF.
Fajar/Rian kini menempati ranking enam dengan raihan dua gelar juara. Sementara Hendra/Ahsan berada di peringkat sembilan.
Meski begitu, Herry mengaku masih kurang puas. Dirinya ingin membawa seluruh pasangan ganda putra pelatnas bercokol di Top 10 dunia, disertai penampilan yang lebih stabil.
"Saya rasa di satu sisi saya cukup puas. Di sisi lain saya harus kerja keras lagi untuk para pemain yang berada di bawah Fajar/Rian. Kita harus lihat dari ganda putri Jepang. Mereka bisa menguasai ranking 1-5," ujar Herry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 10 Akun Olahraga Indonesia Paling Populer di Twitter 2018
"Saya inginnya seperti itu. Saat ini kan sudah ada 3, kalau bisa 4-5 pasang (berada di Top 10 Ranking BWF). Artinya 50 persen kita sudah menguasai. Kalau sudah begitu, kedepannya saya akan lebih mudah untuk mengatur strateginya sebagai pelatih," sambungnya.
Untuk bisa menggapai target tersebut, Herry mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Penampilan para ganda putra pelapis disebut masih harus ditingkatkan.
"Pemain-pemain lainnya seperti Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso, Berry Angriawan/Hardianto itu harus lebih ditingkatkan lagi penampilannya. Mereka masih belum kosnsiten," paparnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora