Suara.com - Klub basket CLS Knights Indonesia mengakhiri paceklik kemenangan di ASEAN Basketabll League (ABL) 2018/2019. Menghadapi klub Thailand, Mono Vampire, CLS Knights menang dengan skor 80-75 di GOR Kertajaya, Rabu (12/12/2018) malam WIB.
Ini merupakan kemenangan kedua CLS Knights di ABL 2018/2019. Raihan poin penuh ini sukses memutus rentetan hasil buruk CLS Knights Indonesia yang sebelumnya sudah tiga kali menelan kekalahan beruntun.
Mesin pencetak angka CLS Knights, Maxie Esho kembali menjadi bintang dalam kebangkitan timnya.
Center 27 tahun itu berhasil mencetak angka terbanyak bagi klub berjuluk Ksatria Indonesia, dengan rincian 26 poin, tujuh rebounds, dan lima asisst.
Sementara dari kubu Mono Vampire, kapten mereka, Michael Anthony Singeltary menjadi pencetak angka terbanyak dengan raihan 29 poin, tujuh rebounds, dan dua asisst.
Tak mudah bagi CLS Knights Indonesia untuk memenangi laga ini. Tim asuhan Brian Maurice Rowsom harus kerja keras hingga kuarter terakhir.
Selain para pemain impor, penggawa lokal milik CLS Knights juga tampil memukau di laga tadi malam.
Tercatat saat CLS Knights tertinggal 45-47 di kuarter kedua, Rachmad Febri Utomo menjadi salah satu aktor kebangkitan tim basket asal Surabaya tersebut.
Setelah keluar dari tekanan dan berbalik unggul 67-63, kegigihan Rachmad Febri membuahkan hasil.
Baca Juga: Kalah dari Verma, Begini Hitung-hitungan Kans Tommy Lolos ke Semifinal
Layup-nya sukses berbuah poin, sekaligus memperbesar margin keunggulan menjadi delapan angka (71-63) sebelum CLS mengakhiri laga dengan skor 80-75.
"Hari ini kami menunjukkan permainan tim yang sangat bagus, begitu juga dengan kontribusi para pemain lokal," ujar Rowsom dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (13/12/2018).
"Meski secara keseluruhan juga ada beberapa kekurangan yang harus kami perbaiki, khususnya untuk menghadapi Alab Pilipinas dipertandingan selanjutnya," lanjutnya.
Pertandingan CLS Knights Indonesia menghadapi Alab Pilipinas bakal berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya pada, Minggu (16/12/2018). Kali terakhir bertemu, CLS kalah dengan skor 67-94.
Berita Terkait
-
Basketball Therapy: Saat Basket Bisa Meredakan Emosi dan Menjalin Koneksi
-
Air Mineral Pegunungan Alami Dukung Konsistensi dan Stamina Atlet Basket Indonesia
-
Bushiroad Ungkap Detail ZERO RISE, Proyek Anime dan Stage Play Bertema Basket
-
Bidik Bintang Kelima, Pelita Jaya Pamer Skuad Baru Jelang IBL 2026
-
IBL 2026: Misi Tangerang Hawks Melangkah Lebih Jauh
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara
-
PB ORADO Apresiasi Antusiasme Kejurcab Domino Bandar Lampung
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet