Suara.com - Klub basket CLS Knights Indonesia harus puas menutup laga terakhir di 2018 dengan kekalahan. Menghadapi tuan rumah Zhuhai Wolf Warriors pada lanjutan Asean Baksetball League (ABL) 2018/2019, CLS kalah 88-96 di Doumen Gymnasium, Zhuhai, Cina, Rabu (19/12/2018) malam WIB.
CLS Knights sebenarnya memulai laga dengan baik. Pemain lokal Arief Hidayat yang diturunkan sebagai starter mampu membantu rekan-rekannya mendominasi laga hingga sempat memimpin 29-15.
Namun, selepas kuarter pertama, angin kemenangan CLS berhenti berhembus. Zhuhai Wolf Warriors mampu bermain efektif di kuarter kedua dengan mencatatkan 29 poin, berbanding 16 milik CLS Knights.
Meski CLS tetap unggul 45-44 di akhir kuarter kedua, momentum memperkecil ketertinggalan itu membuat semangat para pemain Zhuhai Wolf Warriors terlecut. Tercatat, di kuarter ketiga tim tuan rumah mampu mencetak 28 poin hingga berbalik unggul 66-72
CLS Knights memang terus memberi perlawanan sengit sepanjang laga. Namun 22 poin yang dicatatkan di kuarter keempat, tak mampu menghindari mereka dari kekalahan atas Zhuhai Wolf Warriors dengan skor 88-96.
Eric Risby menjadi bintang kemenangan Zhuhai Wolf Warriors dipertandingan kali ini. Meski catatan angkanya masih kalah banyak dari Chen Chai yang mencetak 25 poin, enam rebound, dan sembilan asis, Erick dinilai menjadi pemain penting dalam aliran serangan tim asuhan Matt Skillman dipertandingan kali ini.
Dua steal beruntun yang dilakukannya di kuarter ketiga yang akhirnya menghasilkan angka, menjadi pemicu kebangkitan timnya. Bermain selama kurang lebih 38 menit, point guard bernomor punggung 7 tersebut mampu mencetak 19 poin, tiga steal dan sembilan asis.
"Eric Tisby bermain baik malam ini. Kami memang kehilangan Wei Long tapi kami seharusnya bisa mengambil kemenangan di game ini," ujar Pelatih CLS Knights Indonesia, Brian Rowsom, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (20/12/2018).
"Kuarter pertama game plan berjalan dengan baik dan setelah itu saya mencoba merotasi dan memberikan kesempatan bermain untuk para pemain lokal. Tapi pada kuarter kedua dan berikutnya kami terbawa ritme permainan tuan rumah," imbuhnya.
Baca Juga: Tottenham vs Chelsea di Semifinal Piala Liga Inggris, Ini Kata Pochettino
Kekalahan ini membuat CLS Knights Indonesia tertahan diposisi delapan klasemen ementara ABL 2018/2019. Pada laga selanjutnya yang akan dimulai tahun depan, CLS akan bertandang ke Taiwan, menghadapi Formosa Dreamers, 5 Januari mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten
-
Daftar Pemain Tim Biru untuk IBL All-Star 2026, Yudha Saputera Jadi Kapten
-
Swiss Open 2026: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Putri KW hingga Ginting
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta