2. Gregoria Tak Terkalahkan di Uber Cup 2018
Sempat kesulitan menjalani debut di level senior, tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menunjukkan kualitasnya di Uber Cup 2018.
Gregoria yang kala itu masih berstatus sebagai tunggal putri kedua, di bawah Fitriani, secara luar biasa tampil memukau pada kompetisi beregu putri yang berlangsung di Thailand, 20-27 Mei lalu.
Tampil empat kali, Gregoria memborong semua kemenangan. Tercatat Goh Jin Wei (Malaysia), Yaelle Hoyaux (Prancis), Gao Fangjie (Cina), hingga Nitchaon Jindapool (Thailand), berhasil dipecundanginya.
Meski tim beregu putri Indonesia pada akhirnya harus tersingkir di perempat final, kontribusi maksimal pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah itu berbuah decak kagum.
3. Tontowi/Liliyana Akhiri Kutukan Istora Senayan
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang sudah meraih banyak gelar juara dari berbagai turnamen.
Namun, prestasi mereka seakan meredup saat tampil di depan publik sendiri, khususnya di Istora Senayan, Jakarta.
Tapi, saat turun di Indonesia Open 2018, 3-8 Juli lalu, aura kebintangan pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini kembali bersinar.
Baca Juga: Bikin Geger, Marquez Kenakan Nomor 1 di MotoGP 2019, Pedrosa ke F1?
Ya, mereka akhirnya sukses menghancurkan kutukan tak pernah meraih juara di Istora Senayan Jakarta, sejak 2011 silam, usai mempertahankan gelar juara Indonesia Open 2018.
Di babak final, pasangan yang tahun depan resmi berpisah itu, mengalahkan ganda campuran terbaik dunia asal Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.
4. Jonatan Akhiri Kutukan Tunggal Putra di Asian Games
Saat cabang olahraga bulutangkis nomor individu Asian Games 2018 mulai bergulir pada 23 Agustus 2018, publik Tanah Air tentu teringat dengan salah satu kutukan yang kerap melekat pada sektor tunggal putra Indonesia.
Ya, selepas 2006 silam, wakil-wakil tunggal putra Indonesia tak pernah berhasil membawa pulang medali emas yang kali terakhir diraih Taufik Hidayat.
Dari mulai Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, hingga Tommy Sugiarto, selalu gagal meraih medali emas di multievent terbesar se-Asia itu.
Namun, seperti halnya takdir, nasib buruk seakan menjauhi tunggal putra Indonesia di Asian Games 2018.
Mengandalkan dua nama yang masih terbilang muda, yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, Indonesia nyatanya mampu menggebrak panggung Asia.
Anthony secara mengejutkan mengalahkan nama-nama tenar macam Kento Momota (Jepang) dan Chen Long (Cina), sebelum akhirnya terhenti di semifinal oleh Chou Tien Chen (Cina Taipei).
Sementara, Jonatan Christie tampil lebih apik. Ya, pebulutangkis 21 tahun itu secara mengejutkan meraih gelar juara.
Dirinya sukses membalaskan dendam Anthony, usai menekuk Chou Tien Chen di partai final, dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15.
Medali emas yang dipersembahkan Jonatan mengakhiri kutukan tunggal putra di Asian Games yang telah berlangsung selama 12 tahun.
Tak hanya itu, Jonatan mengikuti jejak legenda tunggal putra Indonesia, Tan Joe Hok, sebagai tunggal putra yang juga berhasil menjuarai Asian Games di kandang sendiri.
Seperti diketahui, Tan Joe Hok meraih medali emas pada Asian Games 1962 yang juga digelar di Indonesia.
5. Anthony Ginting Si Pembunuh Raksasa
Selepas Asian Games 2018, performa tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting terus menanjak. Puncaknya saat menggondol gelar juara China Open 2018.
Bukan hanya mampu meraih gelar juara pada turnamen BWF level Super 1000, perjalanan Anthony dalam merengkuh gelar juga terbilang luar biasa, hingga dirinya mendapat julukan The Giant Killer atau Si Pembunuh Raksasa.
Berturut-turut sejak babak pertama hingga final, Anthony bertemu dengan para raksasa tunggal putra dunia.
Dan hebatnya, pebulutangkis berusia 22 tahun ini selalu mampu mengatasi perlawanan mereka.
Di babak pertama Anthony menekuk maestro bulutangkis Cina, Lin Dan dengan skor 22-24, 21-5 dan 21-19.
Di babak kedua, dia kembali membuat kejutan usai menekuk mantan tunggal putra ranking satu dunia, Viktor Axelsen (Denmar), 21-18 dan 21-17.
Kejutan pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu terus berlanjut. Di perempat final, Anthony sukses mempermalukan juara Olimpiade 2016, Chen Long (Cina) dengan skor 18-21, 22-20, 21-16.
Sementara di babak semifinal dirinya menggulung tunggal putra Cina Taipei yang mengalahkannya di semifinal nomor individu Asian Games 2018, Chou Tien Chen. Anthony menang dengan skor 12-21, 21-17 dan 21-15.
Setelah sampai di babak final, apa yang dilakukan Anthony merupakan sejarah.
Ya, secara heroik Anthony menekuk juara dunia 2018, Kento Momota (Jepang). Tak tanggung-tanggung, Anthony menang dua game langsung dengan skor 22-21 dan 21-19.
Tag
Berita Terkait
-
Garmin Run 2026 Kembali Digelar, Tawarkan Promo Tiket bagi Pelari
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
APPI Bongkar 188 Kasus Tunggakan Gaji Pemain, Nilainya Tembus Rp10,8 Miliar Lebih
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko