Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menang atas Ren Xiangyu/Zhou Chaomin (Cina), dengan skor 21-13 dan 21-19, di babak pertama Malaysia Masters 2019, Rabu (16/1/2019). [Humas PBSI]

Suara.com - Legenda hidup bulu tangkis Indonsia, Christian Hadinata, berharap Praveen Jordan bisa kembali membuktikan diri sebagai salah satu atlet putra terbaik Indonesia, saat berlaga di All England Open 2019.

Praveen Jordan yang kini berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, disebut Christian Hadinata punya potensi besar untuk menjadi tulang punggung Indonesia di sektor ganda campuran, selepas perceraian Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir.

Karena itu, pebulutangkis 24 tahun yang sempat mencicipi manisnya gelar All England 2016 bersama Debby Susanto, dinilai harus kembali menggali motivasi yang sempat hilang beberapa tahun terakhir.

"Praveen harus ingat bahwa dia pernah menjadi juara All England (2016) dengan Debby. Hal itu harus jadi motivasi bahwa All England adalah tempat dia meraih gelar bergengsi dan prestisius," ujar Christian Hadinata saat ditemui di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Christian Hadinata menyebut selepas pensiunnya Liliyana Natsir, sektor ganda campuran Indonesia memang seperti terombang-ambing. Di All Engalnd 2019, peluang mereka untuk menggondol gelar juara dinilai tipis.

Namun, lelaki yang akrab disapa Koh Chris itu optimistis jika peluang sektor ganda campuran meraih gelar All England masih terbuka, dengan Praveen / Melati menjadi ujung tombak Merah-Putih.

"Kalau saya lihat, jagoan kita di All England ya tetap Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon. Nah, di sektor ganda campuran kita berharap pada Praveen / Melati," tukasnya.

Praveen / Melati sendiri harus melewati jalan terjal sejak babak pertama All England 2019 berlangsung. Mereka akan melakoni "perang saudara" dengan Hafiz Faisal / Gloria Emanuelle Widjaja.

All England Open 2019 akan berlangsung pada 6 - 10 Maret 2019. Turnamen BWF World Tour level Super 1.000 itu akan dihelat di Arena Birmingham, Inggris.