Dalam delapan pertemuan terakhir, head-to-head kedua pemain berimbang. Anthony dan Chou masing-masing mengamankan empat kemenangan.
Jika pada akhirnya mampu mengalahkan Chou dan lolos ke semifinal, di sinilah kemampuan Anthony akan benar-benar diuji.
Pasalnya, pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu kemungkinan besar bakal bertemu tunggal putra terbaik di dunia asal Jepang, Kento Momota.
2. Tunggal Putri
Tunggal putri Indonesia sudah sangat lama tidak memberikan prestasi dikancah internasional.
Terakhir kali Srikandi Merah Putih membawa pulang gelar prestisius All England adalah pada 1994 silam yang ditorehkan Susy Susanti.
Di All England 2019, sektor tunggal putri Indonesia mengirim dua wakil, yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.
Keduanya berada di pool bersebrangan. Fitriani di atas sementara Gregoria di pool bawah.
Melihat hasil undian maupun track record kedua pemain, rasanya sulit melihat tunggal putri Indonesia bisa melaju jauh di All England tahun ini.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Siaran Langsung All England 2019
Di babak pertama Fitriani sudah harus bertemu wakil China unggulan enam, He Bingjiao. Sementara Gregoria sudah ditantang wakil Jepang peringkat dua dunia, Nozomi Okuhara.
Meski begitu, Asisten Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Minarti Timur, berharap Gregoria dan Fitriani tak kalah sebelum bertanding.
Keduanya diminta siap bertempur meski menghadapi lawan-lawan yang terbilang kuat.
"Pasti ketemu unggulan ya, soalnya mereka (Gregoria dan Fitrinai) tak mendapat jatah seeded. Jadi keduanya mesti siap saja siapapun yang dihadapi. Main mati-matian saja," kata Minarti Timur saat dihubungi wartawan, Selasa (5/3/2019).
3. Ganda Putra
Sektor ganda putra Indonesia punya tradisi juara yang cukup kuat di kancah All England. Hingga kini, Indonesia berhasil mengumpulkan 20 gelar dari sektor tersebut.
Di All England 2019, sektor yang dilatih Herry Iman Pierngadi itu mengirimkan lima wakil.
Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Dari lima pasangan di atas, Kevin/Marcus menjadi wakil ganda putra paling berpeluang meriah gelar juara.
Selain berstatus sebagai unggulan pertama, statistik juga mendukung mereka untuk merengkuh trofi All England 2019.
Sebagaimana diketahui, sejak 2017 lalu, gelar All England tak pernah berpindah tangan dari Kevin/Marcus.
Atas dasar itu, peluang pasangan berjuluk The Minions untuk mengukir hattrick All England terbuka sangat lebar.
Ujian bagi Kevin/Marcus kemungkinan berlangsung di babak final. Mereka bisa saja bertemu dengan wakil China, Liu Jinhui/Liu Yuchen yang pada 2018 lalu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia 2018.
4. Ganda Putri
Ganda putri menjadi sektor terlemah Indonesia selama perhelatan All England Open. Dari 46 gelar yang diraih Merah Putih, sektor tersebut hanya berhasil menyumbangkan dua trofi juara melalui pasangan Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah (1968) dan Verawaty/Imelda Wiguna (1978).
Di All England 2019, sektor yang kini dilatih Eng Hian itu mengirimkan tiga wakil.
Mereka adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah.
Greysia/Apriyani sepertinya masih akan menjadi andalan ganda putri Merah Putih di All England kali ini.
Meski tahun lalu harus terhenti di babak pertama oleh Gabriela Stoeva/Stefani Soteva, kiprah mereka tahun ini diyakini bisa lebih baik.
Hal itu merujuk dari hasil undian yang menempatkan Greysia/Apriyani di pool yang tak terlalu sulit.
Jika mampu mengatasi perlawanan Chloe Birch/Lauren Smith (Inggris) di babak pertama, ganda putri peringkat empat dunia itu akan menghadapi pemenang antara Dong Wenjing/Feng Xueying (China) dan wakil Hong Kong, Ng WIng Yung/Yeung Nga Ting.
Di atas kertas peringkat kedua pasangan berada jauh di bawah Greysia/Apriyani. Dong/Feng kini bertengger di peringkat 32, sementara Ng/Yeung di peringkat 39.
Ujian sesungguhnya akan dihadapi Greysia/Apriyani di perempat final. Jika memang lolos, keduanya diprediksi akan menghadapi wakil China unggulan kelima turnamen, Chen Qingchen/Jia Yifan.
Merujuk rekor pertemuan, Greysia/Apriyani bakal menjadi underdog. Pasalnya, dari lima laga terakhir, tiga diantaranya berhasil dimenangi ganda putri China peringkat tiga dunia tersebut.
5. Ganda Campuran
Sektor ganda campuran Indonesia datang ke All England 2019 dengan skuat yang terbilang belum matang.
Setelah 'bercerainya' pasangan emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sektor yang dilatih Richard Mainaky itu masih mencari ujung tombak yang tetap untuk bersaing di level elite.
Di All England 2019, ganda campuran Indonesia mengirimkan enam wakil. Antara lain Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.
Serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, dan Ronald Alexander / Annisa Saufika.
Dari enam wakil itu, hanya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria yang sudah cukup teruji. Keduanya saat ini masing-masing bertengger diperingkat 15 dan 11 dunia.
Sayangnya, kedua pemain harus langsung bertemu di babak pertama. Siapa yang menang diyakini akan menjadi wakil sektor ganda campuran Indonesia yang paling jauh melangkah di All England.
Jika melihat peta persaingan, peluang salah satu dari Praveen/Melati atau Hafiz/Gloria untuk melangkah ke babak perempat final masih cukup terbuka.
Pasalnya, lawan mereka di babak kedua terbilang masih bisa di atasi, yakni pemenang antara Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman).
Baik Rinov/Pitha maupun Mark/Isabel memiliki peringkat di bawah Hafiz/Gloria maupun Praveen/Jordan. Rinov/Pitha 19, sementara wakil Jerman satu strip di bawahnya.
Tantangan berat menanti Praveen/Melati atau Hafiz/Gloria di babak perempat final. Mereka kemungkinan bakal bertemu wakil Thailand unggulan keempat All England 2019, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.
Laga tersebut sepertinya bakal menentukan seberapa jauh sektor ganda campuran Indonesia bakal melangkah di All England 2019.
Pasalnya, secara rekor pertemuan, baik Praveen/Melati maupun Hafiz/Gloria sama-sama kalah 0-2 dari wakil Thailand.
Tag
Berita Terkait
-
Prediksi Skor Norwegia vs Prancis: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Predisi Skor Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko