Suara.com - Atlet lari gawang putri Indonesia, Emilia Nova menyebut kejuaraan 1st Malaysia Open Grand Prix 2019 yang berlangsung akhir Maret lalu merupakan ajang pemanasan menuju Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar.
Di 1st Malaysia Open Grand Prix 2019, Emilia Nova berhasil meraih medali emas. Atlet 23 tahun itu menjadi yang tercepat pada nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,59 detik.
Peraih medali perak Asian Games 2018 itu mengalahkan pelari Korea Selatan, Bu Na Hee Ryu yang harus puas mendapat medali perak dengan catatan waktu, 14,25 detik, disusul atlet tuan rumah, Raja Nursheena yang meraih perunggu.
"Kejuaraan di Malaysia buat pemanasan saja karena kita mau ke Doha, Qatar bulan April mendatang. Di Malaysia juga saingannya tidak terlalu bagus, saya kan maunya dapat pesaing yang bagus jadi ada tarikannya," ujar Emilia Nova saat ditemui di Wisma Kemenpora, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar akan berlangsung pada 21-24 April mendatang. Di Kejuaraan Atletik Asia ke-23 itu Emilia Nova menargetkan peningkatan catatan waktu dari Asian Games 2018 lalu.
Pada Asian Games 2018, atlet kelahiran Jakarta tersebut meraih medali perak nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,33 detik.
"Inginnya lebih baik dari Asian Games 2018 (di Kejuaraan Asia nanti). Itu (di Malaysia) juga speed antar gawangnya belum bagus karena memang program dari pelatih belum maksimal," tukas Emilia Nova.
Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar menjadi salah satu ajang untuk mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.
Baca Juga: Move On dari Crolla, Daud Yordan Akan Kembali Naik Ring Agustus Mendatang
Berita Terkait
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Leo Rolly/Daniel Diproyeksikan untuk Tampil di Olimpiade 2028
-
Momentum Emas Leo/Daniel: Dari Thailand Open 2026 Menuju Panggung Olimpiade 2028
-
NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko