Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto diminta tampil fokus di Australia Open 2019. Meski mendapat jatah unggulan keempat, keduanya diminta tak bersikap jemawa terhadap lawan-lawannya.
Hal itu disampaikan pelatih sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).
Herry meminta setiap anak didiknya, terutama Fajar/Rian untuk tampil fokus pada laga demi laga. Keduanya diminta tak meremehkan lawan-lawan yang bakal dihadapi, terlepas predikat mereka sebagai unggulan.
"Fajar/Rian menjadi unggulan keempat di Australia Open 2019. Tapi saya bilang ke pemain jangan terobsesi dengan membaca seeded (daftar unggulan), kita step by step saja lah," ujar Herry Iman Pierngadi.
"Mereka konsentrasi dulu dari babak pertama, lalu kalau sudah melewati, perhatikan babak kedua. Karena belajar dari pengalaman, seolah-olah yakin saja. Tapi, perjuangan kan tak gampang, apapun masih bisa terjadi," tuturnya.
Di babak pertama, Fajar/Rian mendapat ujian dari wakil Korea Selatan peringkat 42 dunia, Choi SolGyu/Seo Seung Jae. Ini akan jadi pertemuan perdana antar kedua pasangan.
Jika berhasil lolos, Fajar/Rian yang merupakan juara Swiss Open 2019, akan menghadapi pemenang antara Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang masih menunggu lawannya dari babak kualifikasi.
Meski di atas kertas diunggulkan untuk menang, Fajar/Rian diminta Herry tetap merendah. Konsentrasi di setiap laga, disebut pelatih berjuluk Naga Api, penting bagi setiap pemain.
"Kadang-kadang justru tak konsentrasi dengan lawan yang sedang dihadapi. Justru sudah memikirkan lawan di babak kedua, itu yang membuat pemain jadi tak fokus," pungkasnya.
Baca Juga: Australia Open: Jadi Unggulan Kedua, Anthony Incar Gelar Perdana di 2019
Australia Open 2019 akan berlangsung di Quaycenter, Sydney, pada 4-9 Juni mendatang. Turnamen BWF World Tour Super 300 itu turut menjadi ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo.
Berita Terkait
-
Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat
-
Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Maverick Vinales Sebut Kondisi Bahunya Kian Membaik Usai Cedera
-
PBVSI Panggil 16 Pemain untuk AVC Nations Cup dan SEA V League,: RIvan Nurmulki Kembali!
-
Junas Miradiarsyah Ungkap Rahasia di Balik LIMA UNIFEST 2026: Baru, Inovatif, dan Festive!
-
Usai Juara Thailand Open 2026, Chafidz Yusuf Soroti Konsistensi Leo/Daniel
-
Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya
-
Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026
-
Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Diingatkan soal Konsistensi
-
Klasemen MotoGP 2026: Berkah Penalti Catalunya, Marco Bezzecchi Makin Kokoh Tinggalkan Jorge Martin
-
Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya