Suara.com - Sudah tua tapi masih bertaji, mantan pembalap Formula 1 asal Spanyol, Fernando Alonso terbuka untuk memecahkan rekor balapan yang telah bertahan selama 80 tahun.
Rekor tersebut bertahan sejak 1939 di mana sejak tahun tersebut belum ada yang menang secara sempurna setelah melakoni beberapa kali start balapan di Le Mans.
Balapan ketahanan selama 24 (World Endurance Championship) jam yang tersohor tersebut menjadi gelar ketiga yang ia incar dalam perburuannya untuk memenangi tiga gelar balapan motorsport, yang merupakan misi dari Fernando Alonso musim ini.
Eks pembalap Renault tersebut berencana mengamankan gelar World Endurance Championship (WEC) bersama Sebastien Buemi dan Kazuki Nakajima bersama tim Toyota.
"Setelah menang sekali di Le Mans, menjadi juara dunia balapan ketahanan, akan sangat menyenangkan untuk mengantongi dua atau lebih kemenangan lagi." ungkap pembalap 37 tahun tersebut, dikutip dari Crash (13/6).
"Itu bukan hal yang mudah untuk digapai. Jika ini adalah balapan selama enam jam, mungkin mudah untuk finis di tujuh besar. Tapi di Le mans 'memilih' siapa yang jadi pemenangnya. Jadi kita harap kita melakukan banyak hal agar pantas menang." ucap Alonso.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games