Sport / Raket
Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB
PB Djarum perluas Audisi Umum 2026 ke Sumatra dan Sulawesi untuk mencari atlet bulu tangkis tangguh menghadapi format baru BWF mulai 2027. [PB Djarum]
Baca 10 detik
  • Bakti Olahraga Djarum Foundation memperluas audisi bulu tangkis ke Sumatra dan Sulawesi untuk menjaring atlet muda berbakat.
  • Seleksi akan berlangsung di Pekanbaru, Makassar, dan Kudus mulai Juli hingga September 2026 bagi peserta kategori usia.
  • Langkah ini dilakukan untuk mencari atlet berfisik kuat demi menghadapi perubahan sistem skor BWF mulai tahun 2027.

Suara.com - Bakti Olahraga Djarum Foundation resmi memperluas jangkauan Audisi Umum PB Djarum 2026 hingga ke Sumatra dan Sulawesi untuk mencari talenta bulu tangkis potensial.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan sistem skor baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menuntut permainan lebih cepat mulai 2027.

Audisi tersebut diharapkan mampu menjaring atlet muda dengan fisik kuat, teknik matang, dan mental juara untuk meneruskan prestasi bulu tangkis Indonesia di level dunia.

Rangkaian audisi akan dimulai di GOR Angkasa, Pekanbaru, pada 7-12 Juli 2026. Seleksi kemudian berlanjut di GOR Dafest, Makassar, pada 4-9 Agustus 2026.

Tahap akhir digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-13 September 2026.

Membidik Talenta Berfisik Kuat dari Luar Jawa

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin. [Dok. PB Djarum/Djarum Foundation]

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan perluasan wilayah audisi dilakukan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat daerah.

“Sejak 2022 hingga 2025, Audisi Umum PB Djarum dipusatkan di Kudus. Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan ke Pekanbaru dan Makassar untuk menjaring lebih banyak talenta, termasuk dari Sumatra dan Sulawesi,” ujar Yoppy.

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra, Leonard Holvy de Pauw, menilai atlet dari luar Jawa umumnya memiliki kekuatan fisik dan daya juang yang menonjol.

Baca Juga: Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026

“Kami mencari pemain dengan basic kuat, agresif, punya endurance tinggi, serta fighting spirit. Selain itu, atlet juga harus smart dalam membaca permainan dan mengantisipasi lawan,” kata Holvy.

Menurutnya, karakter pemain dari Sumatra dan Sulawesi menjadi modal penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pembinaan di PB Djarum.

Adaptasi Format Baru BWF

Audisi tahun ini juga melibatkan mantan juara dunia, Hendrawan, yang kini menjadi Penasihat Teknis Sektor Tunggal PB Djarum.

Hendrawan dipercaya sebagai Koordinator Atlet Putri untuk menyeleksi pemain yang dinilai mampu beradaptasi dengan sistem skor baru BWF, yakni 15 poin dalam tiga gim yang mulai diterapkan pada Januari 2027.

“Dengan format permainan yang lebih cepat, faktor teknik menjadi semakin penting. Untuk atlet putri, kami melihat penguasaan teknik, footwork, dan kontrol lapangan sebagai aspek utama,” ujar Hendrawan.

Load More