Suara.com - Pelatih Timnas Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati meminta Perbasi lakukan terobosan bila ingin Indonesia tampil di Piala Dunia Basket atau FIBA World Cup 2023.
Salah satu terobosan penting menurut Cacing—sapaan akrab Wahyu—adalah terkait kualitas liga basket nasional.
Indonesian Basketball League (IBL) yang saat ini menjadi kompetisi kasta tertinggi bola basket putra di Tanah Air, dinilai Cacing masih memiliki banyak kekurangan.
Kondisi itu disebutnya tak cukup untuk mengakomodir kebutuhan Perbasi, selaku induk olahraga basket Indonesia, dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara Asia lainnya.
"Jelas (Perbasi harus ada terobosan). Kita juga harus ada dana. Bagaimana pun, untuk mengejar ketertinggalan itu perlu adanya akselerasi program," jelas Cacing saat dihubungi Suara.com, beberapa waktu lalu.
"Liga kita satu musim berapa pertandingan? Cuma 18 dalam beberapa seri. Kalau seperti itu saja tak cukup. Ini saya bicara dalam konteks bukan hanya raih prestasi, tapi mempercepatnya," tambahnya.
Program Try Out dan Training Camp
Selain kualitas liga, Cacing juga menuturkan bahwa Perbasi harus memikirkan masak-masak terkait program yang ideal untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga: Bangkrut, Atlet Legendaris Ini Lelang Trofi untuk Bayar Utang
Salah satunya terkait anggaran untuk memaksimalkan training camp dan try out.
"Misalnya, try out pertandingan ke luar negerinya harus makin banyak. Terus bisa training camp juga di luar negeri makin diperbanyak, durasinya diperlama. Nah mungkin dari situ kita bisa meningkat," tuturnya.
"Karena kita harus mengejar ketertinggalan, misal dari Filipina, lalu dari Jepang, Korea, Iran, dan Yordania," pungkas Cacing.
Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapat kehormatan menjadi salah satu tuan rumah FIBA World Cup 2023 bersama Filipina dan Jepang.
Namun, Indonesia tak serta-merta mendapat hak istimewa langsung lolos ke ajang empat tahunan itu layaknya Filipina dan Jepang.
Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) memberi syarat Timnas Indonesia untuk terlebih dulu lolos dan masuk 10 besar ajang FIBA Asia Cup 2021, sebelum tampil di Piala Dunia Basket 2023.
Tag
Berita Terkait
-
Naturalisasi Disetop Sementara, Erick Thohir Pilih Timnas Indonesia Tampil Apa Adanya
-
Pascal Struijk Jadi Rebutan 3 Klub Premier League, Makin Susah Dibujuk Bela Timnas Indonesia?
-
Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Siapkan TC Khusus
-
PSSI Stop Naturalisasi, Bagaimana Nasib Luke Vickery?
-
Timnas Indonesia U-17 Dipermalukan Malaysia di Kandang Sendiri, Kurniawan Pasang Badan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas
-
Jamie Murray Umumkan Pensiun, Tutup Karier Panjang dengan 7 Gelar Grand Slam