Sport / Arena
Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:02 WIB
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, menyoroti dugaan kekerasan seksual delapan atlet panjat tebing nasional.
  • Kemenpora RI merespons cepat dengan membuka saluran pengaduan khusus dan membentuk tim investigasi untuk kasus tersebut.
  • Verrell Bramasta menuntut perlindungan identitas korban dan pemulihan psikologis harus menjadi prioritas utama.

Suara.com - Skandal dugaan kekerasan seksual yang mengguncang cabang olahraga panjat tebing nasional kini memantik reaksi keras dari berbagai kalangan.

Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, secara terbuka menyoroti nasib tragis yang menimpa delapan atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia tersebut.

Politisi muda ini juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah tegas Menpora Erick Thohir bersama Kemenpora RI yang langsung merespons insiden tersebut dengan membuka saluran pengaduan khusus bagi para korban.

Kabar kelam ini pertama kali mencuat setelah para atlet memberanikan diri melaporkan dugaan penyiksaan fisik dan seksual kepada Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid.

Terkoyaknya rasa aman di tengah deretan prestasi gemilang panjat tebing Indonesia di kancah dunia membuat Verrell merasa sangat prihatin.

Ia menilai bahwa lingkungan olahraga semestinya menjadi tempat yang aman bagi anak muda untuk berekspresi, bukan malah berubah menjadi arena pelecehan.

“Saya sangat menyesali kejadian ini dan mengecam segala bentuk kekerasan. Olahraga seharusnya menjadi ruang aman untuk membangun karakter dan meraih prestasi, bukan tempat yang mencederai martabat atlet, " kata Verrell.

"Para atlet yang berlatih artinya sedang mempersiapkan diri untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa, sehingga harus kita jaga dan tidak boleh ada sedikitpun tindakan yang mencederai keamanan, keselamatan dan martabat mereka."

"Saya berada di sisi korban dan mendoakan mereka serta keluarga yang terdampak. Kita kawal kasus ini, dan jika terbukti bersalah, pelaku harus mendapat sanksi tegas agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026

Sebagai mitra kerja pemerintah di parlemen, Verrell menuntut adanya perlindungan mutlak bagi identitas para pelapor agar mereka terhindar dari stigma dan tekanan sosial.

Akses terhadap pemulihan kondisi psikologis para korban juga harus dipastikan berjalan maksimal dan menjadi prioritas utama pihak federasi maupun kementerian.

Manuver cepat Kemenpora dalam membentuk tim investigasi dan posko aduan dinilai sebagai langkah strategis untuk membongkar tuntas skandal ini dari akar.

“Korban harus mendapatkan pendampingan maksimal, termasuk akses pemulihan psikologis yang memadai. Identitas mereka harus dijaga dan dilindungi, agar tidak menghadapi tekanan sosial karena keberanian mereka untuk bersuara," kata Varrell.

"Saya sejalan dengan upaya Kemenpora dalam mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia. Saya juga sangat mengapresiasi pembentukan tim khusus serta langkah Kemenpora yang membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,” tuturnya.

Kejadian di pusat pelatihan nasional ini diharapkan menjadi cambuk keras bagi seluruh pengurus cabang olahraga di Tanah Air untuk melakukan evaluasi total.

Sistem pengawasan harian di setiap pemusatan latihan wajib diperketat demi menjamin keamanan fisik dan mental para pahlawan olahraga Indonesia di masa depan.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa integritas pembinaan atlet harus diutamakan. Sistem pengawasan dan perlindungan di federasi olahraga dan pelatnas juga harus diperkuat, agar kasus seperti ini tidak terulang. Karena peristiwa ini bukan hanya menyakitkan bagi korban tapi juga bagi citra olahraga tanah air,” pungkas Verrell.

Load More