Suara.com - Bagi pencinta bulutangkis Tanah Air tentu sudah tidak asing mendengar nama Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ya dia salah satu pebulutangkis terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Bersama Marcus Fernaldi Gideon, partnernya di ganda putra, Kevin telah banyak mengharumkan nama Indonesia dengan meraih sejumlah gelar bergengsi.
Kekinian duet Kevin/Marcus baru saja mempertahankan gelar Indonesia Open 2019 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21/7) kemarin.
Di partai puncak, pasangan berjuluk The Minions itu mengandaskan perlawanan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, 21-19 dan 21-16.
Tak hanya berprestasi, Kevin khususnya juga terkenal dengan aksi tengilnya kala berlaga di suatu pertandingan.
Tidak sedikit pemain lawan terpancing emosinya gara-gara aksi tengil pemuda kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Agustus 1996 itu.
Terkait sikap ini, sang ayah Sugiarto Sukamuljo punya jawabannya. Menurutnya, aksi Kevin itu tak serta-merta karena iseng.
Ia menjelaskan, Kevin hanya melakukan aksi itu bila merasa lawan lebih dulu mencari 'gara-gara' kepadanya.
Baca Juga: Wawancara Liliyana Natsir: Stres hingga Mual Jadi Atlet (Bagian 2-Habis)
"Dia memang punya karakter tak mau kalah. Dia itu anaknya jangan dicolek lah istilahnya. Dia kalau dicolek, aksi balasannya itu makin banyak," ujar Sugiarto saat ditemui Suara.com di Istora Senayan, beberapa waktu lalu.
"Kalau penonton menyoraki dia, dia mainnya makin menjadi-jadi bukannya minder. Jadi karakter Kevin itu jangan dicari gara-gara. Dia kalau dicari gara-gara pasti membalas," sambungnya.
Salah satu aksi tengil Kevin adalah saat memainkan laga babak perempat final Indonesia Open 2018.
Saat itu, Kevin terlibat aduk cekcok dengan lawannya Mads Cornard-Petersen/Mads Pieler-Kolding (Denmark).
Aksi Kevin itu bahkan hampir saja membuat wasit mengeluarkan kartu hitam, yang tak lain membuat Kevin/Marcus terancam didiskualifikasi.
"Kevin bukannya sok tengil atau bagaimana ya. Kalau lawannya kalem dia juga akan biasa saja," pungkas Sugiarto.
Berita Terkait
-
Bintang Dunia Ikut Tanding, Predator PBC Indonesia International Open 2025 Siap Digelar di Jakarta
-
Terbongkar Alasan Kevin/Marcus Kembali Tampil Bersama, Fans The Minions Jangan Kecewa
-
Viral Kevin/Marcus 'Reuni' Main Bulu Tangkis, Lawannya Diduga Eks Ketua KPK Firli Bahuri!
-
Acara Perpisahan Marcus/Kevin Batal Digelar di Indonesia Open 2024, Kenapa?
-
Umumkan Pensiun dari Bulu Tangkis, Kevin Sanjaya: Ini Bukan Keputusan yang Mudah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia