Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menang atas Ren Xiangyu/Zhou Chaomin (Cina), dengan skor 21-13 dan 21-19, di babak pertama Malaysia Masters 2019, Rabu (16/1). [Humas PBSI]

Suara.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti empat kali melaju ke babak final sepanjang rangkaian BWF World Tour 2019.

Namun, empat kali melesat ke partai puncak, empat kali pula perjuangan ganda campuran peringkat enam dunia itu kandas.

Praveen/Melati harus puas menjadi runner-up di ajang India Open, New Zealand Open, Australia Open, dan yang teranyar Japan Open 2019 dua pekan lalu.

Praveen menjelaskan dirinya tak patah arang untuk terus mencari gelar perdananya bersama Melati.

Di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, atlet yang akrab disapa Ucok itu bertekad mengenyahkan 'kutukan final' tersebut.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, memenangi babak kedua Japan Open 2019 dengan mengalahkan Chang Tak Ching/Ng Wing Yung (Hong Kong) di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Kamis (25/7). [Humas PBSI]

"Siapa sih yang tidak mau meraih juara kalau sudah ada di final. Kami dan lawan kan sama-sama berusaha juga. Mungkin siapa yang lebih siap saja," ujar Praveen ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Praveen, hal terpenting yang dirinya dan Melati harus perbaiki dalam rangka mengenyahkan 'kutukan' itu adalah perihal mentalitas.

Atlet 25 tahun itu mengakui mentalitasnya masih kerap naik turun disaat memainkan laga-laga penting. Meski, secara kesiapan dirinya mengaku sudah sangat siap.

"Paling penting itu kami harus menjaga mental, itu sangat terlihat (dalam kekalahan di Japan Open 2019). Sudah poin mepet, game pertama kalah, langsung ngedrop dan tidak bisa fight lagi," beber Ucok.

Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Di Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss pada 19-25 Agustus mendatang, Praveen/Melati menjadi unggulan keenam dan mendapat bye atau langsung lolos ke babak kedua.

Pada Kejuaraan Dunia tahun lalu, Praveen/Melati terhenti di babak ketiga. Mereka kandas di tangan wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet dengan skor 15-21, 21-19, dan 24-26.