Suara.com - Gelaran lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 tak hanya menjadi ajang rekreasi olahraga. Bagi sebagian peserta, ajang lari lintas alam ini dipandang sebagai medan laga menguji kemampuan yang telah diasah sebelumnya.
Salah satu peserta yang menjadikan SGTR 2019 sebagai ajang uji kemampuan adalah Mariko Murata, perempuan 45 tahun asal Jepang yang dalam empat tahun terakhir tinggal di Jakarta.
Sebelum mengikuti ajang Situ Gunung Trail Run 2019, Murata mengaku memang sering mengikuti lomba lari di berbagai kawasan Indonesia, seperti Sudirman Run.
Demi menjaga kondisi tubuh, dia dan rekannya Akohide Ando (44) rutin berlatih lari half marathon dengan jarak sekitar 30 kilometer di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
"Kami sering latihan di Sentul setiap hari Minggu. Jadi kami tertarik uji kemampuan di sini," kata Mariko Murata usai lomba di kawasan obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Minggu (25/8/2019).
"Saya sering lari di sentul dengan jarak 20 sampai 30 kilometer. Kami berdua memang hobi berlari. Kami pernah ikut Sudirman Run juga," ujarnya lagi.
Ucapan Murata yang menjadikan Situ Gunung Trail Run 2019 sebagai ajang uji kemampuan nyatanya bukan omong kosong. Baik dirinya maupun Ando, masing-masing sukses meraih podium.
Murata meraih podium juara di kategori 21K nomor women masters dengan catatan waktu 2 jam 57,50 menit. Sementara Ando menduduki podium ketiga kategori 21K nomor man master.
"Situ Gunung Trail Run 2019 sangat mengasyikan, sangat bagus. Lintasannya juga sangat bagus, kondisinya oke. Lintasan ini untuk kami juga tak terlalu sulit. Jadi enjoy saja," katanya.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Berharap Situ Gunung Trail Run Jadi Ajang Internasional
Sebagaimana diketahui lomba lari Situ Gunung Trail Run 2019 memperlombakan tiga kategori lintas alam yakni keluarga 5K, 10K, dan 21K. Khusus 10K dan 21K, terdapat empat nomor yakni Men Open, Men Master, Women Open, dan Women Master.
Berbeda dengan event-event lari kebanyakan, SGTR 2019 dipastikan memberi nuansa sekaligus tantangan tersendiri bagi para peserta lari.
Tempat perlombaan yang berlangsung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) membuat SGTR 2019 menawarkan bentang alam khas dari mulai bukit, pepohonan rimbun, dan kawasan perkemahan.
Tak hanya itu saja, SGTR 2019 turut menyuguhkan salah satu lokasi atau fitur menarik dan terkenal yang menjadi obyek wisata di kawasan Sukabumi yakni jembatan gantung terpanjang, Situgunung Suspension Bridge.
Tag
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas
-
Jamie Murray Umumkan Pensiun, Tutup Karier Panjang dengan 7 Gelar Grand Slam
-
Jadi Kapten Tim Uber, Putri KW Optimis Indonesia Bisa Berbicara Banyak
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?