Sport / Arena
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:22 WIB
Tebing T-Rex Pantai Kelingking di Nusa Penida, Klungkung, Bali, akan menjadi medan laga puncak kompetisi olahraga ekstrem kelas dunia Red Bull Cliff Diving World Series yang akan membuka musim 2026 di Indonesia untuk kali pertama. [Dok Red Bull]
Baca 10 detik
  • Indonesia, khususnya Bali, terpilih menjadi tuan rumah seri pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026.
  • Kompetisi akan berlangsung pada 20–23 Mei, menampilkan aksi loncat dari Air Terjun Kroya dan Pantai Kelingking.
  • Ajang ini penting bagi promosi pariwisata olahraga Indonesia dan didukung teknis oleh TNI Angkatan Laut.

Suara.com - Indonesia resmi terpilih sebagai salah satu tuan rumah ajang olahraga ekstrem dunia, Red Bull Cliff Diving World Series.

Kompetisi loncat tebing akrobatik bergengsi tersebut akan membuka musim 2026 di Bali pada 20–23 Mei mendatang.

Pulau Dewata dipercaya menjadi seri pembuka berkat kekayaan lanskap alam dan budaya yang dinilai unik dibanding lokasi lain di dunia.

Pertarungan memperebutkan Trofi King Kahekili akan dimulai di kawasan hutan tropis Air Terjun Kroya.

Air terjun alami di Kabupaten Buleleng itu akan menjadi latar pembuka aksi para atlet loncat tebing kelas dunia.

Air Terjun Kroya di Buleleng, Bali, akan menjadi lokasi dihelatnya ronde 1 dan 2 ajang olahraga ekstrem kelas dunia Red Bull Cliff Diving World Series yang akan membuka musim 2026 di Indonesia untuk kali pertama. [Dok: Red Bull]

Setelah itu, laga puncak digelar di Pantai Kelingking, tepatnya di ikon tebing T-Rex yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Para atlet akan meloncat secara akrobatik dari ketinggian dengan panorama tebing eksotis yang mendunia.

Para atlet nantinya akan berlomba menampilkan teknik akrobatik terbaik mereka dari tebing setinggi 27 meter (kategori pria) dan 21 meter (kategori wanita), hampir 3 kali lipat lebih tinggi daripada loncat indah Olimpiade, dengan kecepatan jatuh sekitar 85 km/jam.

Juara dunia tujuh musim beruntun, Rhiannan Iffland, menyambut antusias seri pembuka di Indonesia.

Baca Juga: Jean-Paul van Gastel Akui PSIM Yogyakarta Sulit Menang Akibat Masalah Struktural Tim

“Red Bull Cliff Diving telah membawa kami ke berbagai perairan eksotis di seluruh dunia. Yang membuat Indonesia istimewa bukan hanya panoramanya yang menakjubkan, tetapi juga kekayaan budaya yang akan memperkaya pengalaman kami,” ujarnya dari rilis yang diterima Suara.com, Rabu (25/2).

Penunjukan Bali sebagai tuan rumah seri pembuka menjadi momentum penting bagi promosi sport tourism Indonesia di mata dunia.

Event ini dipastikan menyedot perhatian global, mengingat Red Bull Cliff Diving World Series selalu menampilkan atlet-atlet terbaik dengan aksi loncatan akrobatik dari ketinggian ekstrem.

Dengan latar tebing T-Rex Nusa Penida dan derasnya Air Terjun Kroya, pembuka musim 2026 diprediksi menjadi salah satu seri paling ikonik dalam sejarah kompetisi.

“Ajang ini sekaligus menjadi tonggak bagi Indonesia, khususnya Bali, agar terus mengembangkan wisata olahraga alam sebagai daya tarik pariwisata negeri ini. Pulau Dewata siap menyuguhkan pengalaman luar biasa untuk para atlet dan seluruh kru Red Bull Cliff Diving yang datang dari berbagai penjuru dunia.” kata Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra.

Red Bull juga telah menggandeng TNI Angkatan Laut (AL) sebagai mitra strategis ajang olahraga ekstrem kelas dunia ini.

Dukungan dari TNI AL akan mencakup berbagai aspek teknis, operasional, dan keamanan pada fase persiapan maupun hari H kompetisi, memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026.

Load More