Suara.com - Mantan juara dunia kelas berat ringan, Roy Jones Jr. menolak bayaran 40 juta dolar AS (sekitar Rp 566 miliar) untuk melawan Mike Tyson.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Andre Ward—mantan juara tinju dunia kelas berat ringan WBA (Super), WBO, dan IBF.
Ward mengaku mengetahui hal itu dari sang manajer, James Prince yang juga memanajeri Roy Jones.
Andre Ward menceritakan, tawaran kepada Roy Jones itu datang setelah yang bersangkutan mengalahkan juara bertahan kelas berat WBA, John Ruiz, di tahun 2003.
Jones, kata Ward, menolak melawan Mike Tyson dan lebih memilih turun kelas melawan Antonio Tarver.
"Ada jadwal duel dengan Tyson di atas meja, dan saya yakin nilainya akurat, yakni sekitar 40 juta dolar AS. Bisa lebih juga bayarannya," kata Ward, dikutip dari Boxing News 24, Kamis (5/9/2019).
"Jones diminta tetap di kelas berat, dan Tyson saat itu bukanlah Tyson yang dulu. James Prince berkata kurang lebih, 'Ambil 40 juta dolar AS ini'."
"Roy lalu mengatakan, 'Tidak, pertarungan ini akan ada di ujung jalan—tidak akan terealisasi'. Lalu dia memusatkan perhatian pada Antonio Tarver. Dari apa yang saya dengar, Roy Jones meminta bayaran lebih banyak," beber Ward.
Baca Juga: Ward: Floyd Mayweather Mungkin Akan Kembali Tarung Asal Dibayar...
Berita Terkait
-
5 Berita Sport Terhits: Deretan Wanita Mike Tyson, Hendra Diguyur Bonus
-
3 Petinju 'Rebutan' Ingin Lawan Manny Pacquiao
-
Manny Pacquiao Disarankan Pensiun Bila Gagal Rematch Lawan Petinju Ini
-
Berita Sport Terpopuler: Manny Pacquiao Dinasihati Jangan Lawan Petinju Ini
-
Arum Nasihati Manny Pacquiao Hindari Lawan Petinju Ini, Efeknya Bisa Fatal
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia